“Meeting room udah siap?” “Sudah, pak.” “Berkas-berkasnya?” “Sudah siap.” “Oke, good. Mereka tiba berapa menit lagi?” Arin mengecek arlojinya. “Dua belas menit.” Christian mengangguk. Ia merapikan dasinya sekali lagi sambil mengulum bibir. Agenda hari ini adalah penyusunan rancangan pengambilalihan dengan pihak Emora. Itu artinya akan ada Anton Hardiwidjaja, pengikut-pengikutnya, serta sang sekretaris—Adrienata. Ia telah bersiap. Chris bahkan telah menyusun rencana agar mereka punya space untuk bicara; terkait peristiwa kemarin, maupun hal yang lain. Tepat dua belas menit kemudian, rombongan orang berjas rapi itu datang. Jajaran direksi perusahaan Chris menyambut orang-orang dari Emora. Berjabat tangan erat sambil mempersilakan duduk. Ada wajah lama, dan wajah-wajah baru. Sayangn

