Poor Girl

1528 Words

“Besok tante mau makan ice cream, mau ikut nggak?” Itu adalah kalimat Adrien sebelum membawa Felice dari kursus piano. Mereka sepakat untuk pergi makan es krim keesokan harinya tanpa mengatakan pada siapapun. Felice—yang kepalang bahagia dengan tawaran itu spontan mengangguk. Ia benar-benar tak mengucap apapun pada ayahnya tentang itu. Bahkan pada si pengasuh. Niken pun tak curiga sama sekali saat Felice menyuruhnya pulang usai mengantar ke tempat les. “Tumben nggak minta ditungguin,” batinnya sebelum berbalik pergi. Adrien datang tepat saat kursus selesai. Dengan casual look yang didominasi warna gelap, ia berdiri di samping sedan tua milik mendiang ayahnya—yang tidak jadi dijual. Jaket itu berhasil menyembunyikan vest dan kemeja kerjanya yang masih menempel. Adrien menutupi wajah deng

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD