“Kemarin malem kenapa nggak masuk?” “Kepo banget,” ucap Risma sambil melirik sahabatnya yang gondrong itu. “Urusan pribadi.” “Udah mau UAS malah titip absen.” “Ck, gue yang bolos kok lo yang sewot, sih!” Masih dengan cup ramennya yang mengepul, Risma menuangkan bumbu-bumbu instan itu sekaligus. Menghirup aroma menyengat dari makanan pedas yang tiga hari terakhir ini ia makan. Posisi mereka saat ini adalah di kursi depan minimarket dekat kampus. Mereka beroperasi 24 jam. Usai matkul akuntansi berakhir, Risma yang tiba-tiba mengidam ramen instan langsung menuju minimarket tanpa mengetahui kalau dirinya diikuti Sam. Lelaki gondrong itu sudah seperti itik kecil yang mengikutinya dari zona parkir. Memberondongnya dengan hal yang sama sejak lima belas menit lalu. “Mahasiswa modelan lo ya

