That’s it. Kepercayaan diri Risma goyah lagi usai mendengar kalimat terakhir ibu tadi malam. Ekspektasinya seolah terpental ke dasar palung usai melayang bersama merpati. Mengapa dunia harus punya hierarki atas kekayaan semua orang, dan mengapa mereka menggunakan itu untuk membatasi cintanya pada Chris? Ia tak punya dosa pada keluarga besar bosnya, ia sendiri yang menjalani hubungan itu. Jadi mengapa dirinya harus mengkhawatirkan pendapat semua orang?! Sialan. “Eumm, aku pertimbangin nanti ya, Bu.” Seputus asa itu Risma pada keadaan. Seolah energinya tersedot oleh gravitasi karena orang-orang yang ia kira suportif, berubah menjadi bumerang. Untung saja hari ini weekend. Jam kerja di hari Sabtu hanya sampai pukul satu siang. Ia bisa cepat pulang untuk melamun sepuasnya. Menghabiskan

