Space

1026 Words

You okay? Kedua manik Risma menjurus lurus ke luar jendela yang tertutup kabut. Terbuka sedikit, membiarkan udara jam enam pagi masuk ke kulit. Selama sepuluh menit terakhir, benda pipih di tangan kirinya berdenting. Ada serentet pesan yang terus-menerus masuk; entah dari Nova atau pria yang bersamanya tadi malam. Lidahnya bahkan masih bisa mengecap rasa vodka yang berubah manis saat melewati tenggorokannya. Dan ia benci itu. Tiap detail yang mereka lakukan membuatnya tak bisa bernafas. Hatinya tercubit ketika detail bayangan lelaki itu muncul, menghembuskan nafas ke bibirnya, menciumnya. Ingatan itu bagai gumpalan yang membuatnya merasa amat bersalah pada Chris. Tak pernah ia rasakan patah hati sepagi ini. Omong-omong, kalian tak perlu bertanya bagaimana kabar Chris. Dialah yang sepu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD