Pukul sembilan pagi. Jajaran direksi perusahaan Rahardja tengah menggelar rapat. Termasuk Tuan Hery Rahardja dan putranya—Chris. Mereka memusatkan perhatian pada data perkembangan perusahaan yang dipresentasikan karyawan. Ada dua butir pesan yang terkirim dari ponsel Christian, namun keduanya belum dibalas oleh kekasihnya. Farisma, yang mungkin saat ini sibuk menjahit di bagian produksi pasti tak sempat sedetikpun menoleh ke ponsel. Pacarnya itu pekerja keras. Tak berani melewati batas aturan. Di setiap dinding bagian produksi tertempel rules yang harus dipatuhi tiap pekerja. No phone, no chatting. Mereka hanya diizinkan bicara untuk koordinasi pekerjaan. Ada pengawas dan kepala produksi bagian. Farisma tak seberani itu untuk melanggar seperti karyawan lain yang mencuri kesempatan untu

