Sebenarnya ada satu hal paling fundamental yang membuat Risma memutuskan kembali bekerja. Ini bukan soal uang atau semacamnya—ia bahkan sudah menyiapkan surat pengunduran diri. Membuat backup plan setelah ia resign nanti. Namun satu hal tak terduga mendorongnya untuk tetap datang dan bicara dengan Chris. Pak Indra. Dosen mata kuliah bisnis yang terkenal dingin dan perfeksionis itu memanggilnya untuk bicara empat mata seusai kelas. Saat itu di hari kedua Risma membolos kerja, ia tetap pergi ke kuliah malam. Pak Indra tiba-tiba mengatakan hal yang benar-benar mengguncang nyalinya. Beliau bilang— “Kamu interview dengan Chris Rahardja?” Perasaan Risma mulai risih. “Benar, beliau atasan saya. Ada apa ya, pak?” “Begini,” Pak Indra mengatur posisi duduknya. “Kamu tahu BEM Fakultas kita lagi

