*Membaca Al-Qur'an lebih utama* Nabila menatap sendu tubuh mungil Niswah yang perlahan menghilang memasuki kawasan bandara. Yah saat ini dirinya tengah berada di bandara menemani sahabatnya pergi menenangkan diri ke kota Medan. Ia bersama Rian lah yang mengantarkan wanita itu. Semalam Niswah datang dengan derai air mata dan juga bekas tamparan yang masih memerah di pipinya. Nabila sendiri bahkan sampai terkejut kaget, apalagi begitu mendengar cerita keseluruhan nya ia menjadi merasa bersalah karena secara tidak langsung itu berawal dari dirinya semalam. "Udah jangan nangis lagi, kurcaci jelek kalau nangis Mulu." Hibur Rian yang nyatanya tidak membawa dampak sama sekali. Malahan Nabila semakit kuat menangisnya. Tentu saja hal itu mengundang banyak tatapan orang yang sedang berada di

