*Membaca Al-Qur'an lebih utama* Ananda sendiri yang baru pulang dari kafe dan sekarang sudha tiba di rumahnya. Ia membuka pintu dan yang ia temui hanya kehampaan. Rumahnya amat sangat sepi, setelah kepergian kedua anaknya, rumah yang dulunya masih terasa hangat kini terasa sangat dingin. Ia duduk di sofa yang menghadap langsung ke arah bingkai besar yang tertempel di atas televisi ruang tengah. Di sana hanya ada dirinya, Andrian dan sang istri yang tertawa bahagia. Namun tawa itu berganti kegetiran karena istrinya harus meninggalkan dirinya bersama Rian yang saat itu masih membutuhkan kasih sayang hanya karena menyelamatkan Nabila, seorang anak perempuan yang sedari awal sangat ia tentang kehadirannya. Yah, ananda tidak mengijinkan istrinya hamil lagi setelah domter memvonis akan san

