*Membaca Al-Qur'an lebih utama* Rian dan Nabila berhenti di kafe. Gadis itu kemudian turun dengan wajah yang tidak bersahabat. Mood nya yang semula hancur makin hancur karena satu mobil dengan titisan iblis. Rians sendiri yang mengerti jika Nabila emosi hanya bisa tersenyum pongah. Ia sangat senang menjahili gadis itu. Gadis yang punya tingkah emosi yang tinggi. "Nabila. Itu kamu ada tamu." Rian dapat mendengar itu dengan jelas . Dengan terburu-buru masuk ke dalam kafe dan dapat melihat gadis itu menegang kaku melihat ke arah lelaki paruh baya yang menatap Nabila dengan pongah. "Apa kabar?" Tanya Abi nabila sembari tersenyum sinis. Nabila mengepalkan kedua tangannya dengan badan gemetar Entah kenapa ada rasa takut di dalam diri Nabila melihat sang Abi di depan mata. Bayangan di

