8

1287 Words
"Taehyung makasih ya udah jagain aku, aku kira kamu udah gak peduli lagi sama aku" ucap Jennie tersenyum, dirinya merasa senang saat dirinya terbangun melihat Taehyung yang menjaga dirinya. Dan yang lebih membahagiakan sekali, perempuan pelakor itu tidak ada disini. "aku pulang ya, kamu udah sadar kalau perlu apa-apa ada suster" ucap Taehyung berdiri tapi Jennie mengenggam tangan Taehyung "kamu tega ninggalin aku kaya gini, aku perempuan loh. gimana kalau seandainya ibu kamu yang dalam posisi aku trus sendirian" ucap Jennie "Taehyung aku mohon sampai aku pulih ya tetep disini" ucap Jennie memelas, Taehyung berbalik dirinya lagi-lagi bingung. "aku mohon Tae, ya" ucap Jennie "Joy aku pinjam Taehyungnya buat jaga aku" ucap Jennie tersenyum melihat Joy yang datang. "emang keluarga kamu dimana?" tanya Joy tersenyum tapi lagi-lagi dirinya merasa nyeri melihat tangan Jennie yang memegang lengan Taehyung, lengan yang biasa lelaki itu gunakan untuk memeluknya. "aku gak bisa kasih tahu mereka, aku gak mau buat khawatir. Kamu sebagai perempuan pasti ngertikan sampai aku pulih, aku janji akan gangguin kalian berdua" ucap Jennie "yakin?" ucap Joy "iya aku janji" ucap Jennie "tapi kok aku ragu ya" ucap Joy "Taehyung, kamu tahu aku kan? Kamu gak bakal ninggalin aku, sampai pulih aja" ucap Jennie menatap Taehyung Sedangkan didekat pintu Jungkook melihat drama sambil bersedekap d**a menikmati pertunjukan yang akan dirinya jadikan bahan untuk gosip. "baiklah aku jagaian kamu" ucap Taehyung membuat senyum jennie mengembang dan Joy sekarang bingung lagi-lagi rasa sesak dan nyeri seperti hantaman batu besar menyerang otaknya. Aku bukan prioritas ya batin Joy "Yah gak ada adegan jambak-jambakan" ucap Jungkook meninggalkan ruang tersebut Jungkook tersenyum membuka ponselnya mengirim pesan untuk seseorang Buruan tikung aja mumpung ada kesempatan . . . . Janji ? Joy tersenyum miris mengingat kata tersebut, buktinya sudah satu minggu Jennie keluar dari rumah sakit dan sekarang Jennie tinggal bersama dengan dirinya dan Taehyung. "Joy jangan diemin aku" ucap Taehyung yang tiba-tiba masuk kekamar mandi dan memeluk Joy yang sedang menyabuni tubuhnya. "Joy, nanti kalau Jennie udah dapet tempat tinggal dia bakal pergi kok" lanjut Taehyung lagi hendak mengecup pipi Joy tapi memalingkan wajahnya. Kalau aku aja yang pergi gimana batin Joy "udah minggir, aku mau pake baju" ucap Joy berusaha melepaskan pelukan Taehyung yang melilit perutnya, seperti ular yang menangkap mangsa. Ditambah lagi sesuatu yang keras mengenai pinggangnya. "adek aku merindukan sarangnya" bisik Taehyung "main yuk, kamu gak kangen sama ini" ucap Taehyung memutar tubuh Joy menunjukan miliknya yang sudah berdiri tegak saat melihat tubuh telanjang Joy. "Taehyung kamu gak malu nunjukin ke aku" ucap Joy menutup matanya mengunakan kedua tangannya "enggak lagian ini yang buat kamu jerit-jerit" . . Sedangkan diruang makan, Jennie sudah menyiapkan makanan kesukaan Taehyung. Dirinya sangat senang ketika Taehyung yang lahap memakan makanan buatanya tanpa memperdulikan Joy. Mungkin terlihat licik tapi Jennie tidak ingin kehilangan Taehyungnya, makin lama dirinya sadar kalau dirinya tidak hanya mencintai uang Taehyung tapi mencintai lelaki itu. Dan menurut Jennie perempuan manja dan pelakor seperti Joy tidak ada cocoknya dengan Taehyungnya . . . "mbak Jennie sini ngomong empat mata sama aku" ucap Joy duduk didekat Jennie yang asik menonton televisi seperti dirumah sendiri. Udah numpang gak tahu diri, gak tahu apa siaran yang ditonton itu berbayar batin Joy "gak usah sok berkuasa deh, sebentar lagi posisi kamu bakal tergeser sama gue" ucap Jennie "bentar lagi Taehyung pasti balik sama gue secara gue sama Taehyung udah pacaran lama sedangkan lo, hanya pelakor yang memanfaatkan situasi" ucap Jennie dengan nada mengimindasi "pelakor ? gak salah ?" ucap Joy masih dengan nada tenang, Joy berfikir jika dirinya terlihat lemah maka akan mudah ditindas. Masa seorang Joy adiknya Chanyeol Kusuma Widianto yang biasa dirinya tindas kalah sama Jennie. "lo ngaca, apa bagusnya lo? Aneh banget Taehyung pilih lo yang gak selevel" "aku udah ngaca, kata kaca aku perempuan tercantik sedunia" ucap Joy "lagian mbak Jen itu cantik, kenapa gak cari laki-laki lain, kaya gak laku aja deketin lelaki yang udah bersuami" ucap Joy "terserah gue Taehyung aja gak ngelarang, lebih baik lo siap-siap pergi sebentar lagi Taehyung bakal campakin lo" ucap Jennie "bilang aja gak laku, cih cantik cantik gak laku huhuhuhuhu" ucap Joy tersenyum remeh mencemohooh Jennie Jennie yang tidak terima dengan perkataan Joy melayangkan tanganya untuk menampar pipi Joy. Plak Tamparan keras mengenai pipi Joy, Joy tidak terima mulai membalas tamparan dari Jennie. "sialan lo, dasar pelakor murahan" ucap jennie tidak terima mulai menjambak rambut Joy, Joy tidak mau kalah. Orang tuanya saja tidak menampar dirinya dan Jennie bukan siapa-siapanya menampar dirinya, masa bodoh dengan kondisi Jennie yang katanya belum sehat betul. "gue udah sabarnya hadepi lo yang selama ini jadi benalu, rasakan ini" ucap Joy menarik keras rambut Jennie membuat Jennie membalas menarik keras rambut Joy. Rasanya panas dan sakit kepala Joy seperti copot begitu juga dengan Jennie tapi mereka dua tidak ada yang mau mengalah. "lo yang pelakor rebut-rebut tunangan orang" "tunangan? Bukanya situ yang putusin" teriak Joy yang sudah diambang emosinya. Joy mengigit lengan Jennie membuat Jennie merakan sakit yang amat dalam kulitnya seperti terkoyak lalu mendorong Joy membuat Joy terjatuh. Jduk Kepala Joy mengenai keramik lantai yang sangat keras, Joy merasa sangat pusing. Jennie handak menyerang kembali Joy tapi tiba-tiba dirinya kaget melihat Joy yang terlihat pingsan. Jennie mulai panik. Bagaimana kalau Joy mati, tapi syukurlah kalau mati jadi gak ada saingan lagi untuk mendapatkan Taehyung. Tapi bagaimana jika ada yang tahu, Jennie menenangkan diri menyiapkan sekenario jika hal-hal buruk terjadi. . . . . Ekpetasi tidak sesuai realita itu yang dirasakan Joy, berharap seseorang melihat kejadian tadi. Rasanya tidak berguna saat dirinya berpura-pura pingsan. Terdengar langkah kaki semakin menjauh dan pintu tertutup. Joy membuka mata menyudahi pura-pura pingsannya, sungguh ironi diatas ironi. Joy tertawa dalam hati, tentu ini bukanlah cerita drama narasi. Joy bangun kepalanya masih sakit, dirinya yakin puluhan rambutnya telah hilang tercabut oleh tangan Jennie. Satu hal yang Joy harapkan yaitu Jennie segera pergi dari rumah ini, jahat bukan membiaskan orang tuna wisma seperti Jennie pergi tanpa tempat tinggal. Tapi dilihat dari sudut manapun Jennie tidak seperti orang-orang dipinggir jalan, Jennie terlihat berkecukupan. Cukup lama Joy hanya duduk tanpa berniat bangun. "mbak Joy kenapa duduk dilantai" ucap Eunwoo yang ditugasi Taehyung untuk mengambil beberapa berkas, bisa dibilang tidak sopan Eunwoo masuk kerumah orang sembarangan. Tapi bagiamana lagi dirinya memencel bel tapi tidak ada yang datang dan pintu depan terbuka sangat lebar. Eunwoo melihat Joy dari bawah keatas nampak berantakan dan Sexy. Sejak kejadian dibawah kolong meja membuat Eunwoo terbayang-bayang wajah Joy. "bantu bangunin" ucap Joy menyodorkan kedua tangannya, Eunwoo menjadi grogi tetapi lelaki itu tetap membantu Joy untuk berdiri. "tadi aku habis bertarung sama singa" ucap Joy sambil merapikan rambutnya. "oh ya kamu ngapain kesini? Telat juga kaya polisi india" omel Joy Apa salah dirinya coba batin Eunwoo Eunwoo juga tidak tahu kalau Joy juga menunggu dirinya, ngomong-ngomong tentang menunggu kenapa hatinya bergetar tidak karuan. . . Malu Joy kira perempuan sekelas seperti Jennie akan malu apalagi meninggalkan dirinya tapi nyatanya perempuan itu muncul kembali dengan tidak tahu dirinya. Joy mengehela nafas berkali-kali, jika ada yang keluar dari rumah ini bukan dirinya tapi Jennie kecuali Taehyung yang meminta dirinya pergi. "Taehyung kamu baru pulang ya, aku sudah siapkan teh hangat untukmu" ucap Jennie tersenyum menyambut Taehyung yang baru pulang dari kantor. "gak usah Jen, aku mau kekamar" ucap Taehyung sambil menatap Joy yang sedang bersedekap didekat pintu kamar mereka berdua. Taehyung benar-benar lelah hari ini, dirinya tidak ingin bertengkar dengan Joy . Walaupun Joy tidak mengomeli dirinya tapi Taehyung sadar istrinya benar-benar marah. "tapi Tae" ucap Jennie terputus karena Taehyung sudah berjalan cepat menuju kamarnya, sedangkan Joy menatap remeh ke Jennie lalu memeletkan lidahnya. "sialan dasar pelakor" ucap Jennie kesal. Dirinya harus mendapatkan Taehyung bagaimanapun caranya, perempuan licik seperti Joy tidak pantas untuk Taehyung. . . TBC
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD