Bersalah itu perasaan yang Taehyung rasakan sekarang, dirinya diposisi bingung dan bimbang. Matanya menatap seorang perempuan yang sedang memejamkan mata dengan jarum infus ditanganya serta perban yang menempel pada kening perempuan itu.
"Taehyung aku keluar dulu ya" ucap Joy menepuk bahu Taehyung, meninggalkan Taehyung yang menatap kosong.
Jennie, perempuan itu Jennie. Tidak lama setelah Jennie keluar dari kantor Taehyung perempuan tersebut tersempet mobil.
Taehyung masih diam duduk menatap Jennie perempuan yang pernah dirinya cintai. Berharap perempuan itu cepat sadar .
Seakan seperti film terputar, kenangan-kenangan bersama dengan Jennie mulai berputar dikepalanya. Entah perasaan yang lama muncul kembali atau hanya sebuah rasa kasian dalam hari Taehyung, membuat lelaki itu merasa bimbang.
Masihkan ada Jennie dihatinya?
.
.
.
Ditaman rumah sakit tepatnya dibawah pohon mangga terlihat perempuan yang berulang kali mengeluarkan nafas kasar.
Joy merasa dirinya menjadi orang jahat, disaat Jennie dalam keadaan sekarang seperti ini hati kecilnya tidak rela Taehyung perduli dengan Jennie.
Hati kecilnya berharap Jennie mati, sungguh pikiran yang tidak berperi kemanusiaan. Joy merasa bukan dirinya sendiri.
Pikiran Joy melayang membayangkan hal-hal buruk yang akan terjadi jika Jennie sadar.
Joy yakin Taehyung masih mencintai Jennie, walaupun Jennie telah menyakiti lelaki itu tapi namanya juga cinta terkadang tidak memikirkan logika.
Memikirkan hal tersebut membuat dadanya merasakan rasa yang aneh, rasanya hatinya seperti ditusuk-tusuk lalu dihantam batu besar.
Yang Joy inginkan yaitu Taehyung ada disini meninggalkan Jennie.
Mengingat awal pernikahan Joy dan Taehyung karena Taehyung ingin membuat Jennie menyesal selain itu lelaki itu ingin move on dan dirinya yang kasihan dengan Taehyung.
Tapi Joy merasa saat ini dirinya yang harusnya dikasihani, Joy sadar lelaki yang telah menjadi suaminya beberapa bulan ini telah menjadi bagian dalam hidupnya.
Kalau kata Seulgi dirinya mencintai Taehyung.
"permisi neng kalau mau ngegembel jangan disini" ucap seorang lelaki dengan memakai Jas kedokteran.
"neng, ini saya kasih receh pergi sana eh tapi saya gak punya receh" ucapnya sambil duduk disamping Joy, perempuan yang sudah dirinya anggap sebagai kembaran sehidup semati dirinya.
"dasar miskin, receh aja gak punya. Dokter apa tukang cabut rumput" ucap Joy berusaha menyembunyikan apa yang dirinya rasakan sekarang.
"saya tukang cabut nyawa orang, situ mau saya cabut nyawanya " ucapnya tertawa renyah memperlihatkan gigi kelinci lelaki itu.
"kenapa mbak, sini cerita sama adek kalau ada masalah. Adek siap membantu" ucap lelaki itu menatap Joy prihatin, Joy seperti kekurangan gizi perempuan itu terlihat letih, lemah dan lunglai.
"gak apa-apa Jung"
"dasar cewek, bilangnya gak apa-apa tapi ternyata ada apa-apa. Nanti marah-marah sendiri, bilang gak peka ujung-ujungnya minta putus, sedih hati adek" ucap Jungkook mengusap-usap dadanya.
"mampos makanya jangan sok kegantengan" ucap Joy, sedangkan Jungkook hanya tersenyum menatap Joy.
Jungkook menyukai Joy, bukan menyukai sebagai lelaki ke wanita tapi lebih ke adik menyayangi kakaknya.
"Jung lo kan dokter, gue mau konsultasi dong"
"daftar dulu diadministrasi baru bisa konsultasi" ucap Jungkook
"tenang kok bisa bayar pake BPJS tapikan Taehyung holkay suruh bayar yang banyak aja nanti saya tidak perlu mengantri dan saya yang nunggu" lanjut Jungkook terkekeh
"bodo, oh ya menurut lo Taehyung masih suka sama Jennie"
"masih" ucap Jungkook mantap
"mbak Jenniekan cantik Sexy, siapa yang gak suka" lanjut Jungkook
"gitu ya" ucap Joy menunduk, bukan beranti dirinya tidak percaya diri. Dirinya percaya diri dengan fisiknya, dirinya juga tidak kalah dengan Jennie.
"kalau gue jung, gimana?"
"gak mau muji kamu nanti saya dibacok Taehyung, udah dulu ya mbak nanti kalau ada mangga jatuh pungut aja" Jungkook berdiri lalu meninggalkan Joy yang kembali merasakan sepi.
Jungkook berjalan sambil tersenyum dan diotaknya yang paling cerdas merencanakan sebuah rencana, mungkin sedikit jahat tapi bodo amat.
.
.
.
.
GRUP CHAT
Hompimpa (5)
Joy : guys masa tiba-tiba d**a gue sesek trus mata gue pedes trus air mata ngalir sendiri
Joy : aneh ya
Yerin : coba tanya bayi raksasa @Jungkook diakan dokter
Mingyu : beha lo kekecilan kali aja jeng, gara-gara sering digrepe-grepe pak de direktur
Hayoung : pak polisi lampemu itu ingin sekali aku potong
Yerin : heran gue sama dek Chae kok mau sama bekatul nan m***m kaya situ @mingyu
Mingyu : iri aja kalian berdua, laki kalian gak seperkasa gue
Jungkook : tante tante om-om tolong omonganya dijaga, kasian saya masih anak-anak
Mingyu : dan Jomblo... bloooooo... looo
Yerin : makanya jangan banyak nyir-nyiran Jung jadinya gak ada yang mau sama lo
Jungkook : saya bukan cowok murahan kaya item plis
Mingyu : gak murahan tapi sering grepe-grepe ibu hamil
Jungkook : gue suntik mati lo tem
Yerin : rasanya pengin nikahin Jungkook sama Mingyu
Hayoung : suntik lewat belakang
Joy : ena lewat depan belakang sakit
Mingyu : astaga Joy tidak sepolos yang ayahanda kira
Jungkook : lenyap kalian lenyap
,
.
Personal Chat
Taebangsat setan anak cicak yang ekornya ilang dimakan kodomo :
Joy my wife
Maaf ya aku gak bisa pulang, Jennie sendirian keluarganya gak bisa dihubungi
Nanti ong mau kesana ambil baju
Joy :
Bajunya berapa satu koper atau satu lemari?
Taebangsat setan anak cicak yang ekornya ilang dimakan kodomo :
Plis Joy tolong ngertiin aku, aku gak bisa ningalin jennie sendirian
Joy :
Kamu gak bisa ninggalin Jennie, iya ya iya
Wkwkwkkwkwkwkkwkwkw
Trus kalian membangun rumah tangga bersama
Selama happy ending buat kalian berdua
Taebangsat setan anak cicak yang ekornya ilang dimakan kodomo :
Joy aku gak mau bertengkar, aku sayang kamu
Kamu istri aku one and only
Kamu yang bakal jadi ibu dari anak-anak aku
Joy :
Aminin tidak?
.
.
.
Taehyung mengela nafas kasar, dirinya ingin pulang memeluk Joy tapi dirinya merasa kasian dengan Jennie tidak mungkin meninggalkan Jennie sendiri.
Taehyung tahu rasanya sakit sendirian tidak ada yang menemani hanya dokter dan suster yang sekali memeriksa.
Yang Taehyung harapkan saat ini adalah benih yang dirinya tanam tumbuh dan berkembang sehingga ikatannya dengan Joy semakin kuat dan Joy tidak meninggalkan dirinya.
Taehyung sangat menyayangi Joy, mungkin awalnya dirinya tidak merasakan hal tersebut tapi makin lama rasa yang pernah ada kembali dengan mudah. Mengingat tentang itu Taehyung menjadi takut kalau dirinya tiba-tiba jatuh cinta dengan Jennie kembali.
"aduh itu mbaknya udah bangun atau pura-pura tidur kaya orang mati" ucap Jungkook berdiri sambil bersedekap.
"jangan main-main sama kata mati Jung" tegur Taehyung
"saya Cuma nanya pak, lagian saya itu dokter kandungan tahunya ngeluarin bayi" ucap Jungkook sambil terkekeh
"oh ya Joy kakak kesayangan saya mana kok gak ada disini"
" Joy punya gue, lo gak boleh sayang-sayang sama dia" ucap Taehyung yang tiba-tiba menjadi emosi, rasanya kalau melihat Jungkook dirinya menjadi emosi.
"kesayangan anda ? masa sih. Tahu gak pak, kalau bapak dan ibu kak Joy tersayang gak ngebet pengin punya mantu mungkin situ gak bapak jadi suami kak Joy tersayang. Kak Joy tersayang punya calon suami potensial, aduh mulut saya keceplosan lupakan ya pak, bye bye" ucap Jungkook pergi setelah mengatakan hal tersebut.
"sialan" monolog Taehyung, Taehyung melirik Jennie menatap perempuan itu
"Dia idup atau mati sih? Jangan –jangan bener kata Jungkook udah mati. Harus panggil dokter nih, itu kampret juga gak mau meriksa "monolog Taehyung
tbc