Romeo: Melihat Sodara

1832 Words

Gue sampe di taman, duduk manis di gazebo yang biasa gue tempati dengan Andara. Kini Andara menatap langit dengan wajahnya yang gelisah. Gue belum nanya kenapa, tapi gue kepo. "Yo, gue salah enggak sihg udah berharap tinggi sama seseorang." ucapnya menerawang. Gue menoleh, "siapa yang enggak bolehin?" tanya gue. "Tapi kenapa sesakit ini, diabaikan tuh gini ya nyeri banget." Andara menyentuh dadanya. Dia tidak menangis tapi gue tahu bahwa itu curhatan terdalamnya. Apa ini soal masalahnya dengan menjadi ketua OSIS? Apa Andara gagal ya? Tapi katanya enggak. "Lo gimana sama Andini?" kini Andara malah mengalihkan pembicaraan. "Gue sih biasa aja sama dia. Dia tetap baik sih sama gue." jawab gue jujur. Jahat banget ya gue mengabaikan orang yang naksir sama gue. "Enak ya lo, cewek yang lo s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD