UJIAN BELUM SELESAI Minggu demi Minggu Adilla makin mantap dengan usaha barunya yang mulai berjalan, meskipun pengelolaan sepenuhnya di serahkan pada sang sahabat. Omongan negatif tetangga masih berseliweran. Namun, dia sudah tak ambil pusing. Terpenting penghasilannya kini halal dan lebih menenangkan. Hari ini rencana dia akan pergi dengan Danang ke desa sebelah. Namun, masalah timbul saat Dewi datang ke toko mereka. Wajah memerah dengan panggilan sedikit keras pada sahabat suaminya. "Ada apa, Mbak? Kenapa teriak-teriak?" tanya Adilla. "Kamu niat ngerebut suamiku apa gimana? Ke mana-mana minta anter sok kecantikan banget. Gatel banget, ya, nggak bisa b********h sama pria seperti dulu masih di Bali?" Dewi berteriak keras. Letak toko yang dekat dengan sekolah membuat orang-orang yang s

