1. yang penting itu jujur
“ nis bangun nis nisaa, entar telat loh itu dibawah pian udh nungguin. Nisa..” itu suara mama rahma-Rahmatianty mamanya nisa yg sedang membangunkan anak bungsunya.
Tak lama nisa keluar dengan sudah berpakaian lengkap, namun dengan rambut yg masih berantakan.
“iya ma ini aku lagi nyisir rambut, bilangin pian biar nunggu bentar ya ma.”
“iya mama kebawah dulu ya”
“Iya ma”
*
Nisa turun dari lantai atas dan jalan menuju pian yg sedang duduk di ruang tamu.
“yuk yan kita berangkat” ajak nisa
“yuk jalan"
“ nis nanti pulang sekolah kita jalan jalan yuk bosen nih dirumah muluk”ajaknya
“boleh deh suntuk banget kan habis ulangan, tapi kemana yan?”
“kemana ajalah ke pantai kek nonton jug-“
“PIAN, NISA KENAPA MASIH NGOBROL DISINI NANTI TELAT KALIAN, CEPETAN PERGI SEKOLAH” ucapan pian terpotong seketika akibat teriakan mama nya nisa.
“IYAA MAA” kompak nisa dan pian menyahuti mama tia dan langsung berlari menuju kendaraan beroda dua milik pian.
#####
“Siapa nilainya seratus?” Tanya septo sorang guru yg baru saja membagikan hasil ulangan para murid nya di kelas 11 IPA 2 , kemudian tiga orang gadis pun berdiri, yg salah satunya adalah nisa, Reinisa putri.
“nah ini yg patut dicontoh, ok bagus”
“ Sembilan puluh Sembilan puluh , ok nice”
Sampai yg bernilai 50 puluh pun disebut oleh pak septo.
“liima puluh” seorang cowok jangkung yg ehm.. tampan berdiri.
“ck aduh.. pian mau jadi apa nanti kamu kalau nilainya segini nggak malu apa sama yg disebelahnya.” pak Septo berdecak melihat pian yg berdiri.
“iya pak” hanya mengangguk dan duduk kembali, iya yg tadi berdiri itu pian, Indra Galvian. Dan yg duduk disebelahnya itu nisa.
“yg penting dia jujur pak, jujur itukan penting pak”sahut nisa dan langsung disoraki oleh teman sekelasnya.
“iya deh yg sahabatan tapi romantis”
“huu belain aja terus sampai sukses”
“nikahin aja tu pak"
“iya tuh pak”
“ ish apaan sih gaje banget “ balas Nisa sewot.
“sudah sudah stop” ucap pak septo mereda.
*
Bel pulang telah berbunyi.
“yuk nis kita pergi, jadi gk jalannya.”
“jadi dong kuy, tapi kemana? Gimana ke pantai aja ,kayak kata lo tadi pagi”
“ boleh yuk kita lets go, aku juga udah izin sama mama.”ujar Nisa lagi.
“bagus kalo gitu” sambil mengacak rambut nisa yg berponi karena gemas.
Kini nisa dan pian sudah sampai tempat tujuan mereka yaitu pantai yg ada di daerah Jakarta.
Mereka juga telah berganti pakaian karena sebelumnya mereka pulang kerumah terlebih dahulu, mereka juga melepaskan alas kaki mereka agar lebih nyaman saat berjalan di pasir pantai.
“Waahh indah banget, udah lama ya kita gak kesini"
“iya gara – gara ulangan nih jadi nguras pikiran, untung udah kelar”ucap pian sambil menghembuskan nafasnya seolah olah ia menanggung beban berat.
“sok-sokan lo yan nguras pikiran, padahal game ditangan mulu”cibirnya.
“ hehe.. itukan hobi gue nis “ dengan cengiran polosnya pian mengelak.
“au ah, kita ke sana aja yuk naik bebatuan itu terus kita foto-foto”ajaknya sambil menarik tangan pian tanpa mendengar jawaban dari pian.
“yan fotoin gue ya, yg bagus loh awas kalo ngga, nah disini” ancam nisa sambil siap berpose untuk diambil gambar oleh pian.
“iya –iya bawel amat sih lu 1.. 2.. 3..” gerutu pian sambil mengeluarkan hp ny dari saku pakaian ny, dan mulai menghitung maju.
Sudah banyak foto dan selfi yg diambil oleh nisa dan pian, mereka saling bertukar tempat kadang nisa yg mengambil gambar dan pian yg di foto.
Mereka juga ber-selfie ria dengan pian yg berada dibelakang tubuh nisa bahkan sebaliknya
Atau foto nisa yg ber cendid atau foto nisa yg sedang menghadap laut lepas sambil merentangkan tangan.
Kini keduanya sedang duduk diatas bebatuan tempat mereka berfoto tadi sambil menikmati sunset yg hampir tiba di pelupuk mata mereka berdua dengan posisi nisa yg bersandar di bahu pian, bak sepasang kekasih yg di rudung asmara.
#
Aku cuma mau bilang kalo di part ini aku ada ngambil sedikit adegan di film Dua Garis Biru.
┐( ̄ヘ ̄)┌
Seri Rahayu