118 🌺

1059 Words

Gagasan Bagas tentang pembentukan karakter putri mereka diterima baik oleh istrinya. Windi setuju jika Winda tidak ikut kelas asrama lagi dan akan lebih sering ikut kegiatan sosial bersamanya. Jadi, Bagas berniat akan mengatakan hal itu juga saat bertemu Bintang di Sayap Mulia nanti. Begitu rapat mereka usai dan anggota lainnya sudah berpencar dengan tugas masing-masing, tertinggal Bintang dan Bagas saja di ruangan itu. Perbincangan mereka dari sebuah kasus berpindah ke masalah pribadi. “Bagaimana kalian mengasuh Khairan?” tanya Bagas memulai pembicaraan. “Oh, dia tidak perlu diasuh. Tinggalkan saja dia dengan buku, dia akan hidup meski tanpa bicara, makan atau minum sekalipun.” “Aku serius!” tegur Bagas. “Putriku sepertinya sejenis dengan Khairan.” “Beruntunglah kalau begitu,” sahut

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD