Qurrata a’yun, penyejuk mata, penenang jiwa. Windi merasakan sentuhan kasihnya menggebu tiap kali melihat Winda khusyuk dalam hafalannya. Gadis cerdas, putrinya. Windi merasa sejuk matanya hingga ke hati selama gadis muda itu dekat dengan rutinitas kebaikannya. “Kholas, Ummi?” tanya Winda berharap. “Mumtaz,” jawab Windi menurunkan Al-Qur’an dengan sepenuh senyum dan rasa bangganya. “Semoga Allah mudahkan kamu menghafal juz selanjutnya, Nak.” Mode ibu bersayap surga, Windi refleks mengulurkan tangan hendak mengusap kepala Winda, tapi gadis itu menghindar, tepatnya bangkit memeluk ayahnya yang sedari tadi menyimak di ambang pintu kamar sang putri. Tangan Windi lunglai turun dengan wajah merengut kepada suaminya. Sementara Bagas tersenyum mengusap Winda yang erat memeluknya. Kadang Wind

