Enam puluh tiga

1654 Words

Hari yang sudah ditunggu oleh semua orang akhirnya tiba. Terutama Kama yang bahkan hanya berhasil tidur selama satu jam di malam hari, karena dia terlalu gugup memikirkan acara pernikahannya sendiri. Sepanjang hidupnya Kama memang berencana untuk menikah, dia tidak memiliki keinginan untuk melajang seumur hidup. Namun dia sama sekali tidak menduga jika dia bisa menikah secepat ini, perkiraannya dia baru bisa menikah ketika dia berumur sekitar tiga puluh tahun. Ternyata yang namanya jodoh memang tidak ada yang tahu. "Ka, kamu sudah siap?" Tangan Kama yang sedang membenarkan letak peci di atas kepalanya langsung terhenti saat mendengar suara berat Papa nya dari luar kamar. Kama memang sedang berganti pakaian, makanya dia sengaja mengunci pintu kamar agar tidak ada orang yang tiba-tiba mas

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD