Air.

1177 Words
Beberapa hari kemudian, Ken yang saat itu ditinggal oleh teman-temannya di kelas karena ketiduran pun terbangun. Aziz sudah berusaha membangunkannya, Namun Ken masih saja tertidur. Saat Ken terbangun. Ia terkejut bahwa ia sedang sendirian di dalam kelas. Ken pun tidak sengaja melihat tempat duduk Dita yang berada di sebelahnya. Di sana, ada sebuah buku pelajaran yang tertinggal oleh Dita. Ken juga penasaran dengan apa yang selama ini Dita lihat dari jendelanya. Ken pun duduk di bangku Dita dan mencoba mengecek sesuatu di luar sana. Kemudian ia melihat atas, melihat kanan, kiri, dan bawah. Dan dia tidak menemukan sesuatu yang menarik. Ken pun tidak memedulikannya dan segera pulang menuju rumahnya. Saat ia sedang menuruni tangga. Tanpa sengaja ia melihat Dita sedang berjalan menuju belakang halaman sekolah. Karena ia ingin mengantarkan buku yang di tinggal oleh Dita, Ken pun pergi mengikuti Dita. Saat Ken sampai di halaman belakang sekolah, Ia melihat Dita yang sedang sendirian duduk di samping kolam ikan. Ken pun bingung melihat Dita yang terus menatap kolam ikan tersebut. Tiba-tiba, Ken terkejut melihat Dita seperti sedang mengendalikan Air. Ia seperti membuat pusaran Air besar di kolam Air tersebut tanpa menggerakkan tangannya. Ia hanya melihat kolam itu dan membuat sebuah pusaran Air.    "Sepertinya, Sekolah di tempat yang suka tawuran tidak terlalu buruk". Ucap Ken dalam hati Kemudian, Ken langsung datang menghampiri Dita untuk memberikan buku yang ia tinggalkan di kelasnya. Dita pun terlihat begitu terkejut melihat kedatangan Ken.    "Gak usah panik". Ucap Ken sambil mengeluarkan sebuah Api kecil dari jari telunjuknya.    "Nih buku lo ketinggalan tadi di kelas". Kata Ken Karena Dita tidak berkata apa-apa. Ken pun langsung pergi meninggalkan Dita begitu saja. Saat Ken tiba di rumahnya, Di sana terlihat ada Aziz yang sedang bermain bersama Jane. Ken pun sudah tidak terkejut lagi karena Aziz sering datang ke rumah Ken dan sering menginap juga di sana. Tante Nisa juga membiarkannya karena ia merasa senang melihat Ken mempunyai teman untuk pertama kalinya. Padahal kenyataannya, Ken sama sekali tidak memedulikan Aziz. Aziz adalah anak seorang penjabat. Ia malas berada di rumah karena Ayahnya selalu sibuk dengan pekerjaannya. Ibunya bercerai dengan Ayahnya dan meninggalkan Aziz ketika Aziz masih kecil. Aziz juga sering membuat onar seperti membawa beberapa wanita ke rumahnya, mabuk-mabukan, bertengkar dengan ajudan Ayahnya. Namun, Ayahnya tidak pernah memperhatikannya. Ayahnya selalu menyuruh seseorang untuk memperingati Aziz jika sedang berbuat onar. Hidup Aziz seperti terhalang oleh tembok besar dari Ayahnya dan merasa sangat jauh darinya. Keesokan harinya saat disekolah, Ken terkejut ada sebuah kertas bertuliskan "Terima Kasih" di mejanya. Ia pun langsung tahu siapa yang melakukan ini. Ken langsung merobek kertas tersebut dan menulis di kertas yang baru.    "Punya mulut kan? Pas jam istirahat, Gue tunggu di kantin". Dan akhirnya, kertas itu di lemparkan ke Dita dan Dita pun membacanya. Pada saat jam istirahat, mata semua orang di sana tertuju pada Dita. Ini momen langka dan pertama kalinya mereka melihat Dita meninggalkan tempat duduknya dan berjalan menuju kantin. Saat tiba di Kantin, Dita melihat Ken sedang menyantap makanan sendirian di pojokan Kantin. Dita pun langsung datang menghampiri Ken lalu berkata.    "Terima kasih". ucap Dita dengan dinginnya. Setelah mengucapkan terima kasih, Dita langsung bersiap untuk meninggalkan Ken. Saat Dita membalikkan badannya, Ken pun berkata.    "Gini emang caranya berterima kasih? Emangnya lo gak capek sendirian terus? Kalau butuh cerita, Cerita saja. Gak usah sok kuat menahan semuanya sendirian". Ucap Ken sambil memakan makanannya. Dita pun terkejut mendengar perkataan dari Ken. Namun, tanpa sepatah kata pun Dita langsung pergi meninggalkan Ken. Hari demi hari pun berlalu. Pada suatu hari, Ken ditugaskan untuk mengerjakan tugas piket rutin yang di adakan sebulan sekali untuk membersihkan seluruh kelasnya. Ken pun segera ke gudang untuk mengambil beberapa peralatan untuk membersihkan kelas. Saat Ken datang kembali ke kelas, Ken terkejut melihat ada Dita yang masih berada di dalam kelas.    "Kenapa belum pulang?". Tanya Ken    "Hari ini tugas piket untuk gue". Jawab Dita    "Tau gini gue suruh dia aja yang ke gudang". Ucap Ken dalam hati. Mereka berdua pun membersihkan seluruh ruangan kelasnya. Suasana pun terasa begitu canggung karena mereka berdua sama-sama pendiam. Namun, Ken sedikit tidak tahan karena di dalam kelas itu benar-benar membuat dirinya mengantuk. Kemudian, Ken mencoba membuka topik pembicaraan agar rasa kantuknya itu hilang.    "Kenapa lo gak pernah bergaul sama teman-teman yang lain?". Tanya Ken basa-basi    "Lo lagi ngomongin diri sendiri?". Jawab Dita    "s**l". ucap Ken dalam hati.    "Kalau ada sesuatu, Cerita aja. Dari mata lo sudah terlihat banyak beban yang lo simpan dalam benak lo tuh". Kata Ken    "Gak usah sok paling tahu tentang gue deh, Gue gak butuh". Ucap Dita dengan nada yang judes.    "Galak bener ini orang kayak belom makan 8 hari". Tiba-tiba, Dita menunjukkan kekuatannya. Ia mengendalikan Air yang berada di dalam embernya untuk membasahi seluruh lantai di kelasnya. Melihat Dita menunjukkan kekuatannya, Ken pun tidak mau kalah. Ia langsung mengeringkan lantai itu dengan kekuatan panas tanpa mengeluarkan Api. Dan akhirnya, mereka berdua pun menyelesaikan tugas piketnya dengan cepat. Saat Dita bersiap untuk pulang. Tiba-tiba terdengar suara yang keluar dari perut Dita. Ken pun menyadari bahwa Dita sedang merasa lapar.    "Mau sekalian makan bareng di luar? Gue juga lapar nih". Kata Ken. Dan akhirnya, mereka berdua pun mengunjungi sebuah tempat makan yang tidak jauh dari sekolahnya. Namun, suasananya kembali menjadi canggung. Dita pun kebingungan saat melihat menu makanannya, karena Ken mengajak Dita ke tempat restoran yang mewah.    "Pilih aja semua makanan yang lo suka di menu. Biar gue yang bayar nanti". Kata Ken    "Kenapa kita gak ke warteg aja sih?". Tanya Dita    "Pengennya sih gitu, tapi yang paling deket ya disini. Yaudah anggap saja ini sebagai refreshing karena kita habis mengerjakan piket". Ucap Ken. Dita pun terdiam dan langsung memesan makanan. Setelah itu, makanan mereka pun datang. Saat Dita sedang makan, Ken pun menanyakan sesuatu kepada Dita.    "Gimana makanannya? Enak?". Tanya Ken    "Not Bad". Jawab Dita    "Makanlah yang banyak. Karena dengan makan, Lo bisa melupakan sesuatu yang ada di benak lo, Walaupun cuma sesaat". Mendengar perkataan dari Ken, secara mengejutkan, Dita pun tersenyum. Ken pun tidak menyangka dengan apa yang baru saja ia lihat. Ini pertama kalinya Ken melihat Dita tersenyum. Selama di sekolah, Dita tidak pernah menunjukkan wajah senyumnya ke orang lain. Ken adalah orang pertama yang melihat Dita tersenyum selama Dita berada di sekolah. Setelah itu, mereka berdua kembali menghabiskan makanannya. Setelah selesai makan, Ken juga mengantarkan Dita sampai ke depan Kost nya. Saat Dita bersiap untuk turun dari mobil, Dita pun mengatakan.    "Terima kasih... Ken". Kemudian Dita pun meninggalkan Ken dan masuk ke dalam Kost. Ken pun terkejut, untuk pertama kalinya ia mendengar Dita menyebutkan namanya. Saat itu, Ken juga merasakan sesuatu yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya. Ia tampak bingung dengan dirinya sendiri. Ia pun bertanya-tanya dalam hati    "Perasaan aneh apa ini?". Saat tiba di rumah, Ken tidak bisa berhenti memikirkan Dita. Ken juga merasa bahwa Dita sedang menghadapi kehidupan yang sangat sulit.    "Sepertinya hidup lo penuh dengan kesedihan". Ucap Ken dalam hati. Tiba-tiba, Ken tidak sengaja menyenggol sebuah bingkai foto hingga terjatuh. Ken pun langsung mengambil bingkai foto tersebut. Ternyata, itu adalah foto ibunya.    "Sepertinya, kita sama-sama sudah melewati kehidupan yang menyedihkan". Kata Ken dalam hati.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD