Ken menganggap bahwa ia sudah terbiasa dengan rasa kesepian di hidupnya hingga sudah mati rasa. Ken juga tidak pernah merasa sepi lagi, Karena sekarang sudah ada Jane dan juga Aziz yang sering mengunjungi rumahnya. Dulu saat Ken merasa sedih dan hampa, Ia melakukan sesuatu seperti makan, tidur, bermain game, atau bermain dengan Api miliknya. Sejak saat itu, Ken sudah merasa terbiasa dengan kehidupannya yang kosong.
Keesokan harinya, Setelah pulang sekolah. Ken sering mengikuti Dita secara diam-diam. Ken juga tidak tahu kenapa ia melakukan semua ini. Ken hanya penasaran saja dengan kehidupan yang Dita jalani. Dita pun sebenarnya menyadari bahwa Ken sedang mengikutinya. Namun, Dita tidak pernah memedulikannya.
Di suatu malam. Saat Dita sedang berjalan menuju rumahnya, tiba-tiba ia merasakan ada sesuatu yang aneh. Dita pun tampak kebingungan dengan apa yang ia rasakan. Ia merasa ada sesuatu yang sedang mengancamnya. Kemudian, muncul seseorang dari kejauhan membawa s*****a tajam yang berniat untuk menculik Dita. Sebenarnya, Dita sadar bahwa dirinya sedang menjadi incaran orang tersebut. Akan tetapi, saat orang itu sudah menodongkan s*****a tajamnya ke arah Dita, Dita tidak melawan sama sekali. Bahkan Dita tampak pasrah dibawa oleh orang tersebut. Namun, dari kejauhan Ken sudah mengamati pergerakannya. Ken pun langsung bergerak dengan cepat mengikuti si penculik itu dari belakang.
Dita dibawa ke tempat ruangan kosong dengan mata yang tertutup oleh kain. Kemudian, muncul seseorang yang menghampiri Dita dan menyapanya.
“Selamat malam, Wahai sang pengendali Air”. Kata orang tersebut
Dita pun sangat terkejut karena orang itu mengetahui tentang kekuatannya.
“Kaget ya saya bisa tau? Hahaha”. Kata orang tersebut sambil tertawa.
Kemudian orang itu menjelaskan bahwa ia mengincarnya dan ingin membunuh semua manusia yang mempunya kekuatan Elemen. Ia juga memberi tahu bahwa Dita adalah reinkarnasi dari seseorang yang sudah hidup dari ratusan tahun. Dita sangat tidak mengerti perkataan orang tersebut dan hanya bisa terdiam membisu.
“Hmm.. Tetap diam dan terlihat tenang. Benar-benar mirip sekali dengan orang itu. Sifat mu yang seperti itulah yang membuatku selalu ingin menyiksa mu”. Ucap orang tersebut.
Kemudian, orang itu mengeluarkan sebuah listrik dari tangan kanannya dan langsung menyerang Dita. Dita pun berteriak kesakitan. Listrik adalah kelemahan Dita, dan Dita tidak bisa menahan rasa sakit akibat sengatan listrik dari orang itu. Setelah menyerang Dita, Orang itu bersiap untuk pergi meninggalkan Dita.
“Saya serahkan sama kalian berdua aja deh. Terserah mau di apain, saya sudah bosan membunuh sang pengendali Air. Dia yang paling mudah di bunuh soalnya”.
Kemudian orang itu pergi meninggalkan Dita dan membiarkan anak buahnya itu tetap bersama Dita
Saat mereka berdua bersiap untuk menyiksa Dita. Tiba-tiba Ken datang dan langsung menendang mereka hingga tak sadarkan diri. Ken yang melihat Dita sedang terikat dengan mata tertutup pun langsung segera membebaskan Dita.
“Lo gapapa kan? Biar gue rawat luka lo nanti”. Kata Ken.
Namun saat di tolong oleh Ken, Dita tampak begitu kesal dan memarahi Ken.
“Kenapa sih lo selalu mengikuti gue?! Buat apa?! Gak usah sok jadi pahlawan! Gue gak butuh! Percuma lo menolong gue, Gue memang pengen mati disini!”. Teriak Dita sambil menangis.
Ken pun terkejut mendengar perkataan dari Dita. Akan tetapi, Ken justru malah semakin simpati terhadap Dita karena ia merasa bahwa Dita sudah benar-benar merasa tidak ingin hidup lagi.
“Kenapa lo pengen mati?”. Tanya Ken.
“Percuma gue jelasin, jalan hidup kita berbeda. Lo gak akan pernah bisa mengerti! Semua orang itu sama saja! Pergi sana!”. Jawab Dita dengan nada yang membentak.
Kemudian, Orang yang diserang oleh Ken tadi perlahan kembali bangkit. Ken pun langsung bersiap melancarkan sebuah serangan kembali. Saat Ken hendak menyerang orang tersebut. Ken pun berkata kepada Dita.
“Alasan gue ingin menyelamatkan lo. Karena gue percaya, Kalau lo itu adalah orang baik. Gue pengen membuat lo melupakan semua luka lo. Dan ketika lo terjatuh, gue akan pastikan kalau Api gue lah yang akan menyelamatkan lo. Setelah masalah ini selesai, Ceritakanlah semua yang ada di benak lo. Gue siap menampung semua kesedihan yang lo miliki”.
Setelah berkata seperti itu, dalam sekejap, Ken langsung menyerang orang yang menculik Dita kembali. Dita pun hanya bisa terdiam dan terpaku setelah mendengar perkataan dari Ken. Ia tidak percaya dengan apa yang Ken katakan. Perkataan Ken baru saja membuat Dita menciptakan sebuah harapan kecil dari lubuk hatinya yang paling dalam.
Si penculik pun menembaki Ken dengan senjatanya tanpa ragu. Namun, Peluru pistol tersebut hanya menembus tubuh Ken saja. s*****a itu tidak akan mempan menyerang Ken, Karena tubuh Ken akan kembali beregenerasi dengan kekuatan Api miliknya. Kemudian, Ken mencoba memfokuskan seluruh kekuatan Api miliknya itu ke tangan kanannya. Ia ingin membuat serangan terakhir dengan sekali pukulan. Lalu saat tangan kanannya sudah membentuk sebuah Api yang besar, dengan kecepatan tinggi yang tinggi Ken melancarkan sebuah pukulan ke para penculik dan membuat kedua orang itu terpental dengan kencang hingga menabrak sudut ruangan. Ken pun langsung melepas tali yang mengikat Dita dan langsung segera pergi membawa Dita keluar dari tempat itu. Setelah menyelamatkan Dita dan membawanya menuju mobilnya. Tiba-tiba, Ken langsung membakar tempat itu dengan kekuatannya. Kedua orang yang menculik Dita pun ikut terbakar di dalamnya.
Setelah itu, Ken pergi membawa Dita menuju sebuah Taman. Saat mereka berdua berada di taman. Ken langsung terjatuh lemas dan melihat kedua telapak tangannya. Ini pertama kalinya Ken menggunakan kekuatannya untuk mencelakai orang. Namun, Ia harus melakukan itu karena mereka ingin membunuh Dita. Tiba-tiba, Ken terkejut melihat Dita terlihat sedang mengulurkan tangannya untuk Ken.
“Bangunlah Ken. Semuanya sudah selesai. Terima kasih sudah menyelamatkan gue”. Ucap Dita
Ken pun langsung menggenggam tangan Dita dan kembali berdiri.
“Gimana luka-luka lo? Mau gue antar ke rumah sakit?”. Tanya Ken.
“Pertanyaan macam apa itu? Sebentar lagi luka-luka gue juga sembuh. Seharusnya lo juga tahu kalau gue bisa menyembuhkan luka gue sendiri”. Jawab Dita.
“Oh iya lupa. Kalau begitu, habis ini kita makan yuk”. Kata Ken.
Tiba-tiba, Dita pun tertawa. Ken sangat terkejut karena untuk pertama kalinya ia melihat Dita tertawa. Dita tertawa karena Ken tidak melihat situasi yang secara tiba-tiba mengajaknya untuk pergi makan bersama. Namun, Dita pun menerima ajakan Ken tersebut dengan senang hati.
Setelah itu. Ken membawa Dita ke tempat makan favoritnya. Ken sangat menyukai Nasi Bebek. Ia menganggap bahwa Nasi bebek adalah makanan terbaik di dunia. Ia juga mengklaim bahwa setengah tubuhnya itu terbuat dari Nasi Bebek. Saat mereka sedang menunggu makanan. Dita pun berkata.
“Sorry ya kalau selama ini sikap gue sangat keterlaluan ke lo Ken”. Kata Dita
“Gapapa kok. Semua orang pasti akan melakukan hal yang sama jika memiliki masa lalu yang membuatnya trauma dengan kehidupan”. Kata Ken
Dita pun akhirnya menceritakan masa lalunya kepada Ken.