Masa Lalu.

779 Words
   Dahulu kala saat Dita masih kecil, Dita terkejut dengan kemampuannya yang bisa mengendalikan Air. Karena pada saat itu Dita masih sangat kecil, Ia memanggil teman-temannya untuk menyaksikan dirinya yang sedang mengendalikan Air di pinggiran sungai. Namun bukannya terkagum, teman-temannya tersebut justru terlihat begitu ketakutan dan langsung berlari meninggalkan Dita. Setelah kejadian itu, Dita pun akhirnya di usir dari Desa karena di anggap sebagai anak siluman. Kedua orang tua Dita pun juga dituduh sebagai Dukun oleh warga sekitar. Setelah itu, kedua Orang tua Dita segera menyembunyikan Dita dan membawanya ke rumah Kakaknya.     Di sana, Dita tinggal di sebuah perkampungan tepat di bawah sebuah danau yang dibatasi oleh bendungan yang sangat besar. Ia tinggal bersama kakaknya dan menjalani hidup seperti biasa. Saat hendak pergi meninggalkan Desa, Dita diberi pesan oleh kedua orang tuanya untuk tidak pernah menunjukkan kekuatannya itu kepada siapa pun lagi.      Tahun demi tahun pun telah dilalui oleh Dita. Saat itu, Dita sudah memasuki bangku sekolah SMP. Ia menjalani kehidupan yang normal seperti manusia yang lainnya. Dita juga sudah memiliki banyak teman di sana. Dita dikenal dengan sosok yang sangat baik, cantik, pintar, ramah, dan sangat ceria. Sehingga banyak orang-orang yang sangat ingin dekat dengannya. Hingga akhirnya sebuah tragedi yang membuat hidupnya berubah pun tiba.     Saat itu, Dita baru saja pulang dari sekolahnya. Ia sedang berjalan menuju rumah bersama teman-temannya yang lain. Saat di perjalanan, Mereka semua terkejut mendengar sebuah dentuman besar dan teriakan orang-orang dari arah tempat tinggal Dita. Mereka semua pun langsung berlari menuju ke arah suara tersebut. Saat mereka sampai di atas bendungan. Mereka terlihat begitu terkejut melihat Air danau sudah menenggelamkan daerah perkampungan tempat Dita tinggal. Bendungan besar yang menahan Air di danau tersebut hancur dan menenggelamkan seluruh kampung tempat tinggal Dita.     Tiba-tiba, terdengar suara teriakan dari salah satu teman Dita yang berteriak meminta pertolongan. Dita yang mendengar teriakan tersebut langsung berlari menuju temannya yang sedang membutuhkan bantuan tersebut. Dita melihat temannya itu sedang berpegangan pada akar pohon yang sudah tidak kuat lagi menahan dirinya. Melihat temannya itu sedang dalam bahaya, tanpa pikir panjang, Dita terpaksa langsung menggunakan kekuatannya untuk menyelamatkan temannya tersebut. Ia mengendalikan Air tersebut dan langsung mengangkat temannya menuju daratan dengan kekuatannya. Banyak orang yang menyaksikan Dita yang sedang mengendalikan Air tersebut.     Namun bukannya senang, mereka semua justru langsung ketakutan melihat Dita. Dita kembali di tuduh sebagai siluman oleh seluruh warga di sana. Bahkan, Temannya yang sudah diselamatkan oleh Dita pun takut kepada dirinya dan menganggap Dita adalah seorang Iblis. Kemudian, ada seseorang yang tiba-tiba menuduh Dita bahwa Dita lah yang menyebabkan Danau tersebut menenggelamkan kampungnya. Dita pun tampak begitu frustrasi dan kehilangan arah atas tuduhan-tuduhan dari mereka. Ia hanya bisa terjatuh lemas dan tidak tahu lagi harus berbuat apa lagi. Akhirnya, ia pun pergi dengan rasa putus asa meninggalkan kampung tersebut.     Saat di perjalanan. Dita bertemu kakaknya yang baru saja pulang dari tempat kerjanya. Kakaknya pun langsung memeluk adiknya tersebut karena bersyukur Dita masih selamat. Setelah di peluk oleh sang Kakak, Dita pun langsung menangis sejadi-jadinya. Ia menganggap bahwa semua manusia itu jahat. Ia bermaksud untuk menolong temannya itu agar selamat. Akan tetapi yang di terima Dita adalah ujaran kebencian dan beragam tuduhan yang menganggap Dita sebagai siluman, bahkan iblis.     Akhirnya setelah kejadian tersebut, Dita menjadi sangat pendiam dan ia tidak pernah ingin memiliki kerabat, teman, atau apa pun itu. Ia terus menerus menyendiri dan menjauh dari orang-orang yang mencoba mendekatinya. Dita yang dulu wanita yang begitu ceria, seketika berubah menjadi wanita yang sangat dingin. Dita juga dipindahkan ke kota oleh kakaknya dan bersekolah di sana. Dita berhasil mendapat beasiswa langsung dari pemerintah dan melanjutkan sekolah SMA di International School. Kadang saat malam hari, ia juga suka menangis karena sangat merindukan kedua orang tuanya yang berada di desa. Ia juga sering teringat akan kejadian yang membuat hatinya menjadi begitu terluka.     Dan akhirnya, kini ia bertemu dengan Ken. Ia sangat berterima kasih kepada Ken yang sudah berusaha menyelamatkannya. Menyelamatkan nyawanya serta merubah pola pikirnya agar tumbuh keinginan untuk menjalani hidup seperti biasa.     Setelah mendengar cerita Dita, Ken pun berkata kepada Dita.   “Kita pasti mengharapkan kebahagiaan. Walaupun sedalam apa pun luka yang diterima. Tapi gue akan selalu disisi lo agar lo tidak teringat luka itu lagi”.     Dita pun hanya bisa tersenyum mendengar perkataan Ken. Setelah itu, mereka berdua pun menghabiskan makanannya.   “Enak kan Nasi Bebeknya?”. Tanya Ken.   “Gue baru pertama kali makan makanan ini sih. Lumayan membuat terkejut ya”. Jawab Dita.     Setelah mereka berdua menghabiskan makanannya, Ken pun mengantarkan Dita pulang. Ken juga memberikan sebuah korek api yang sudah diberikan kekuatan oleh Ken kepada Dita untuk memanggil dirinya.   “Saat lo membutuhkan gue, Nyalakan api itu. Gue pasti akan langsung mendatangi lo". ucap Ken.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD