Chapter 11

1568 Words

Suasana meja makan pagi itu tampak hening, hanya terdengar suara piring dan sendok yang saling beradu. Ibu Rezal menatap anaknya dengan pandangan menilai. Pria itu terlihat baik-baik saja, seperti tidak ada yang terjadi. Setidaknya Ibu Rezal bersyukur melihat itu. Dia baru saja mendengar kabar mengejutkan yang mendadak membuatnya naik darah. "Zal?" panggil Ibunya. Rezal tidak menjawab dan hanya menatap Ibunya dengan pandangan bertanya. Raut wajahnya yang cemas membuat Rezal khawatir. "Mama kenapa?" "Kamu udah denger kabar belum?" "Kabar apa?" Rezal mengelap bibirnya dengan tisu. "Luna balik ke Jakarta." Mendengar itu, reflek Rezal menghentikan kegiatannya. Bukan hanya dirinya, bahkan Ayahnya yang sedari tadi acuh mulai menatap istrinya penasaran. "Udah tau, Ma." Rezal menjawab santai

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD