Chapter 12

1256 Words

"Gimana Jepang?" tanya Rezal pada Naro, sahabatnya. Tangannya kembali mengambil ayam dan memakannya. Sebenarnya Rezal tidak terlalu suka makanan cepat saji, tapi karena Naro yang memintanya datang akhirnya dia meluangkan waktu istirahatnya malam ini. "Bagus," balas Naro sambil memakan nasinya. "Beneran jadi nikah di sana?" Rezal bertanya pada gadis di samping Naro. Naomi mengangguk, "Ayah yang minta. Mau gimana lagi? Lagian Nenek juga nggak bisa kalo harus terbang ke Jakarta, udah tua." "Gue nggak janji dateng ya nanti." Naro menatap sahabatnya kesal. Dia baru saja sampai dari Jepang, tapi Rezal langsung membuatnya kesal. Kenapa sahabatnya itu begitu kaku dan keras kepala? "Mana bisa? Lo harus dateng!" Naomi mewakili perasaan Naro. "Kalo lo nggak dateng, jangan pernah sapa gue lagi.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD