Bab 11. Menodai Nona Muda

1360 Words

“Sialan, ke mana Rahes? Bukannya dia harusnya sudah ada di rumah?” ucap Melisa yang sejak tadi menunggu di beranda. Tentu saja wanita itu merasa cemas. Apa yang akan terjadi jika Rahes meminumnya di jalan. Aah … ia memang tidak memperhitungkan itu sama sekali. Jadi, bagaimana sekarang? “Aku telepon saja,” ucap Melisa. Wanita itu mengambil ponselnya di nakas, lalu melakukan panggilan pada sang sopir. Nyatanya, tidak satu pun panggilan diangkat oleh Rahes. Bahkan pesan yang ia kirim juga tidak diangkat. Wanita itu makin geram. Namun, tidak bisa berbuat banyak. Ia terus mondar-mandir tanpa bisa melakukan apa-apa. Hasratnya yang gila memaksanya bertindak tanpa melihat akibatnya. “Sialan. Tidak ada jawaban. Apa yang terjadi sebenarnya?” umpat Melisa sekali lagi. Sementara itu di pinggir j

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD