Anna membuka mata lebih dulu. Ia mengerjap ketika mendapati Rahes ada di sampingnya. Pria itu masih terlelap dan tampak begitu tenang dengan napasnya yang teratur. Gadis itu tersenyum demi mengingat apa yang mereka lakukan semalam. Entah kenapa, ia mendadak liar ketika hanya berdua saja dengan Rahes. Padahal pria itu sudah mewanti-wanti untuk tidak dulu melakukannya. Dan hasilnya sama saja. Walaupun tidak sampai melakukan penyatuan, tapi keduanya tetap terpuaskan. Anna mencium pipi pria itu perlahan. Namun, Rahes hanya mengulat pelan dan kembali terlelap. Keusilan Anna ternyata tidak berhenti. Ia kembali menciumi wajah Rahes dengan gusar. Namun, pria itu hanya tersenyum kecil tanpa berniat membuka mata. Baru setelah tangan nakal Anna menyusup ke dalam celananya, Rahes membuka mata. “

