"Kamu tau semua yang terjadi, kan?" tanya Anna pada Rahes yang duduk di sebelahnya. Pria itu mengangguk lemah. Ia bukan hanya tahu, tapi juga menjadi dalang dari semuanya. Walaupun begitu, Rahes tak mungkin mengatakan yang sebenarnya. Ia hanya diam dan menunggu Anna mengutarakan perasaannya. "Aku kasihan sama Papa. Ya, aku tahu dia yang memulainya. Papa yang selingkuh duluan. Tapi aku paham kenapa Papa ngelakuin itu. Karena Mama tidak pernah mau mengalah," katanya. "Mungkin memang begitu sifat Nyonya Melisa, Sayang." "Tapi kali ini Mama keterlaluan, Rahes. Aku bahkan sampai malu sendiri. Bisa-bisanya dia melakukan itu. Apa dia enggak malu sama umur. Sekarang, semua orang di luar sana pasti membicarakan keluarga kami," ucap Anna seraya menunduk. Gadis itu tampak sangat terpukul den

