God Apps (Castle of Doom) Part 6

2305 Words
 Setelah melewati perjalanan yang sangat berat dan jauh, akhirnya Kriss dan kawan-kawan berhasil sampai di pulau yang merupakan tempat persembunyian dari Jiro dan Adnan. Di pulau tersebut, Jiro sudah membangun sebuah kastil besar, juga mempersiapkan banyak anak buah yang bisa dia kerahkan untuk menghadapi Kriss, Beni, Lisa, dan Romi.  Diantara banyaknya anak buah yang dimiliki oleh Jiro, ada beberapa anak buah pilihan yang memiliki kemampuan diatas rata-rata, dan mereka semua sudah dipersiapkan untuk memberikan rintangan yang sangat sulit bagi Kriss dan kawan-kawannya, sekaligus untuk menghentikan perjuangan dari Kriss dan kawan-kawan yang sangat ingin menangkap Jiro beserta Adnan.  Singkat cerita, Kriss dan kawan-kawan berhasil mengalahkan pasukan bersenjata yang sudah disiapkan oleh Jiro di hutan. Setelah itu, saat ini Kriss, Beni, Lisa, dan Romi sudah berhasil masuk ke dalam Kastil milik Jiro, bangunan tersebut sangat besar, dengan berbagai ruangan unik yang terdapat di dalamnya, yang semakin menambah kesan megah serta mewah bagi siapa saja yang sedang berada disana.  Namun, arsitektur yang menakjubkan tersebut tidak membuat Kriss dan kawan-kawannya terkesan dalam waktu lama, karena setelah mereka berada di dalam kastil milik musuh tersebut, maka perhatian mereka harus fokus untuk selalu bersiap menghadapi segala kemungkinan buruk, termasuk bahaya yang sudah pasti telah dipersiapkan bagi mereka. Dan ternyata memang benar, hal buruk tiba-tiba saja terjadi.  Ketika Kriss dan kawan-kawan sedang berjalan dengan sangat hati-hati sambil memperhatikan keadaan di sekitar. Terjadilah hal yang sangat mengejutkan, dimana Lantai yang dipijak oleh Lisa dan Beni tiba-tiba saja terbuka, sehingga mereka berdua seketika itu juga langsung terjatuh ke lubang dan menghilang entah kemana. Begitupun juga halnya dengan Kriss, dia yang mencoba menoleh ke belakang untuk melihat apa yang terjadi, tiba-tiba juga dikejutkan oleh lubang yang muncul di lantai tempat dia berpijak, sehingga tubuh Kriss langsung terjatuh masuk ke dalam lubang tersebut. Sehingga kini di tempat itu hanya menyisakan Romi seorang diri, yang langsung terperanjat lalu mundur ke belakang sambil terus memperhatikan lubang-lubang yang barusan telah mengambil teman-temannya.  Setelah lubang-lubang tersebut mulai kembali tertutup satu-persatu, Romi tertegun diam sambil diliputi oleh rasa kebingungan, karena dia tidak tahu apa yang harus dia perbuat seorang diri saat ini, di dalam sebuah kastil yang megah milik musuh, tanpa teman-teman yang bisa menjaga atau melindunginya disana.  Namun, Romi tidak mau berdiam diri saja sembari meratapi nasib, dia langsung berdiri dengan tegap lalu bertekad untuk mencari teman-temannya di dalam kastil itu, dimulai dari ruangan-ruangan yang ada di dekatnya, Romi memeriksa setiap seluk beluk ruangan dan mencari-cari pintu rahasia, yang mungkin bisa membawanya menuju ke tempat teman-temannya sedang berada saat ini. Tanpa rasa lelah, Romi terus mencari.  Sementara itu, Lisa yang terjatuh ke lubang lalu meluncur di sebuah perosotan, akhirnya terlempar ke sebuah ruangan yang gelap, sepertinya ruangan itu terletak di bawah tanah Kastil milik Jiro. Sambil menahan rasa sakit setelah terjatuh, Lisa berdiri lalu memperhatikan keadaan disekitarnya, dia merasa kebingungan karena dia tidak tahu sedang berada dimana dia saat ini. Maka beberapa saat kemudian, Lisa mulai berjalan menaiki anak tangga yang ada disana, untuk menuju ke atas. Lalu setelah dia berada di atas, Lisa langsung saja membuka pintu, dan masuk ke ruangan selanjutnya.  Lisa kini telah berada di sebuah ruangan yang luas, dengan banyak barang-barang antik, patung tokoh terkenal, tulang binatang yang diawetkan, dan lain-lain, semua benda tersebut ditutupi oleh kaca yang cukup tebal. Ruangan itu bagaikan museum dimana Lisa bisa melihat-lihat puluhan benda yang mengagumkan. Sambil berjalan secara perlahan, Lisa memperhatikan benda-benda langka koleksi milik Jiro dan Adnan tersebut dengan perasaan sedikit terkesan, karena jarang-jarang dia bisa melihat tulang jerapah ataupun tulang burung unta yang sudah diawetkan.  Namun tanpa dia sadari, di atas ada seseorang yang sedang memperhatikannya. Ruangan tersebut memiliki 2 tingkatan, pada tingkat 2 merupakan balkon luas yang mengitari sekeliling ruangan, supaya orang-orang bisa memperhatikan museum dari atas. Tetapi saat ini, balkon tersebut sedang dimanfaatkan oleh seseorang untuk bersembunyi sembari mengintai targetnya yang sedang berjalan melihat-lihat benda antik (Yakni Lisa).  Sang pengintai tersebut, adalah Queensy si ratu pembunuh bayaran, dia adalah seorang wanita yang kecantikannya mirip seperti seorang model terkenal, namun jangan sampai terkecoh oleh kecantikannya, karena wanita ini adalah seorang ahli dalam bidang membunuh, dengan menggunakan busur panah, dia mencoba untuk membidik Lisa pada bagian kepala, dengan sekali tarikan yang kuat, dia mampu melesatkan sebuah anak panah tepat menuju ke target. Namun untungnya, Lisa yang menggunakan kacamata spesial, mampu mendeteksi pergerakan musuh di arah belakangnya, yang sedang menarik tali busur panah, maka dari itu Lisa segera meloncat ke samping dan bersembunyi di belakang sebuah barang antik.  Queensy yang sudah menembakan anak panahnya, harus menelan kekecewaan karena target rupanya bisa menghindari lesatan anak panah tersebut. Sedangkan Lisa yang baru saja berhasil terhindar dari maut, segera melihat anak panah yang telah menancap tepat di sampingnya.  Lalu Queensy segera menembakan lagi sejumlah anak panah kepada Lisa, yang langsung menghancurkan guci tampat Lisa bersembunyi, namun ternyata Lisa sudah tidak ada disana, karena Lisa telah berpindah secara cepat dan berlari untuk bersembunyi di tempat lain. Melihat hal itu, Queensy terus saja menembaki Lisa, dia melesatkan banyak anak panah secara beruntun kepada targetnya itu. Sehingga Lisa harus bersusah payah untuk menghindar dan berlindung, sampai-sampai seluruh barang yang ada di ruangan museum itu hancur berantakan akibat dari lesatan-lesatan panah Queensy. Lisa mencoba untuk menuju ke arah pintu keluar, namun area tersebut sangat terbuka untuk serangan, sehingga terlalu beresiko bagi Lisa untuk bisa kesana. Bahkan untuk menuju ke arah anak tangga pun, sepertinya sulit bagi Lisa.  Lesatan anak panah dari Queensy dapat menusuk objek dengan begitu kuat, bahkan lantai yang terkena oleh anak panahnya bisa hancur. Tulang belulang dari hewan yang diawetkan di tempat itu juga hancur porak poranda, akibat dijadikan tempat berlindung oleh Lisa. Namun sebenarnya Lisa tidak hanya berlari asal-asalan saja, ketika berusaha menghindar, matanya terus memperhatikan ke arah dimana lesatan anak panah itu berasal, sehingga kini Lisa jadi mengetahui tempat Queensy sedang bersembunyi.  Kemudian, Lisa juga menghitung rata-rata jeda waktu setelah Queensy menembakan anak panah lalu berlanjut mengambil anak panah yang selanjutnya, yakni sekitar 1,5 detik. Jadi dalam jeda waktu tersebut, Lisa harus bisa memanfaatkannya untuk menyerang Queensy.  Akhirnya waktu yang ditunggu-tunggu telah tiba, ketika Lisa berhasil menghindari lesatan anak panah dari Queensy, Lisa langsung saja menggunakan mode pembidik super pada kacamatanya, sambil mengarahkan pistolnya ke atas, tepat ke arah Queensy yang sedang menyiapkan tembakan selanjutnya. Walaupun tempat Queensy berada sangatlah gelap, namun Lisa mampu melihat adanya pergerakan dari tangan Queensy yang sedang mencoba untuk menggapai anak panah di punggungnya. Maka dalam jeda waktu 1,5 detik itu, Lisa langsung saja menembakan beberapa peluru kepada Queensy.  Peluru tersebut melesat dan langsung mengenai lengan Queensy, hingga menyebabkan dia menjerit kesakitan. Queensy tidak menyangka bahwa hal itu akan terjadi, dia tidak menyangka bahwa targetnya memiliki pengelihatan super. Lalu tanpa berpikir panjang, Queensy segera berlari menuju ke pintu keluar yang ada di dekatnya. Sedangkan Lisa yang melihat hal itu, tidak tinggal diam dan langsung saja berlari ke atas untuk mengejar Queensy. Mereka berdua kini melakukan aksi kejar-kejaran di lantai dua, Queensy berlari tunggang langgang sambil terus menghindari tembakan-tembakan peluru dari Lisa, sepertinya keadaan sudah mulai berbalik sekarang.  Lalu Queensy yang sudah dalam keadaan terdesak, masuk ke dalam sebuah kamar, setelah itu dia berlari menuju balkon dan berusaha untuk meloloskan diri keluar dengan cara menuruni balkon tersebut. Namun, Lisa berhasil mengejarnya ke kamar itu, dan segera menembakan peluru yang langsung bersarang di kaki Queensy. Dan sialnya, akibat terkena tembakan itu tubuh Queensy tersungkur ke depan melewati balkon, lalu terjun bebas ke bawah, dan akhirnya Queensy gugur seketika disana.  Kemudian Lisa yang tiba di balkon, segera menengok ke bawah sambil berkata, “Hmm ... Kau mencoba untuk memanah kepalaku? Maka itulah yang kau dapatkan.” Kata Lisa, lalu dia pergi melanjutkan pencarian terhadap teman-temannya.  Sementara itu, beralih kepada Beni, dia sedang berbaring di suatu ruangan gelap, yang merupakan ruang bawah tanah, sama seperti halnya yang telah dialami oleh Lisa. Namun ruangan yang sedang dihuni oleh Beni saat ini sedikit berbeda, lantainya berupa tanah berdebu, dan dindingnya adalah tembok batu bata, dengan satu dua buah lampu bohlam kecil yang sedikit menerangi tempat tersebut.  Beni berusaha untuk berdiri sambil membersihkan tanah dan debu di sekujur tubuhnya, kemudian dia mulai berjalan mencari jalan keluar dari ruangan tersebut. Namun betapa terkejutnya dia, ketika tiba-tiba sesosok manusia muncul di hadapannya, manusia itu keluar dari kegelapan dan menampakan sekujur tubuhnya ke hadapan Beni, yang seketika itu langsung berhenti melangkah lalu diam tertegun.  Orang yang sedang berdiri di hadapan Beni, postur tubuhnya lebih tinggi dan lebih berotot daripada Beni, dengan kepalanya yang botak plontos. Dia mengenakan celana panjang dan kaos singlet putih, sehingga otot tangannya kelihatan jelas serta cukup mengancam bagi lawan. Itulah sebabnya, Beni hanya bisa terdiam sambil terus memperhatikan postur tubuh orang tersebut.  “Hai, namaku adalah Boris, si penghancur tulang.” Ucap Orang itu, memperkenalkan dirinya kepada Beni.  “Oh hai, namaku Beni ... Bisakah kau tunjukan padaku dimana jalan keluarnya?” Tanya Beni.  Kemudian Boris segera menunjuk ke arah kanan, dan seketika itu juga Beni langsung berjalan berbelok menuju ke arah pintu keluar, namun Boris tiba-tiba merangkul punggung Beni, dan langsung menghempaskan tubuh Beni ke belakang hingga membentur tembok. Sehingga hal itu membuat Beni merasa sangat terkejut sekaligus merasakan sakit secara bersamaan.  Setelah itu, Beni yang sedang dalam keadaan telungkup sambil masih merasa kesakitan, mulai didekati lagi oleh Boris, yang langsung melucuti persenjataan milik Beni dan melemparkannya jauh-jauh, sehingga kini Beni jadi harus bertarung tanpa menggunakan senjata. Tubuh Beni yang masih belum siap bertarung, diangkat lalu dibanting oleh Boris sehingga rasa sakit di tubuh Beni semakin bertambah. Lalu ketika Beni sedang berusaha untuk berdiri, Boris menendang perutnya dan terus menendang sekujur tubuh Beni, sehingga Beni jadi tidak memiliki kesempatan untuk bisa melawan.  Namun, Beni yang merasa muak karena terus menerus dihajar, akhirnya mengacuhkan rasa sakit yang dia alami, lalu dia segera mendekap kaki Boris yang sedang menendangnya, setelah itu Beni juga menendang kaki Boris yang satunya, sehingga Boris jadi kehilangan keseimbangan lalu jatuh terkapar, dan disaat itulah Beni segera melayangkan serangan-serangan pukulan ke wajah Boris yang sedang terkapar di bawah.  Tetapi Boris yang memiliki tenaga lebih besar, segera memegang kerah baju Beni, lalu dengan sekuat tenaga dia mendorong tubuh Beni menggunakan kedua kakinya, sehingga tubuh Beni langsung terhempas menjauh darinya. Kemudian mereka berdua segera berdiri kembali untuk melayangkan serangan terhadap satu sama lain. Secara cepat, mereka berdua berlari dan bertabrakan hingga keduanya terjatuh kembali. Setelah itu mereka berdua berdiri lagi dan mulai bertarung dengan menggunakan tangan kosong.  Pertarungan yang terjadi antara mereka berdua, berlangsung cukup sengit. Mereka saling meninju dan menendang satu sama lain, keduanya tampak sangat serius dalam hal menyakiti lawan, dan mereka berdua sangat berusaha keras untuk bisa saling menumbangkan satu sama lain.  Saat pertarungan mereka sudah semakin memanas, tiba-tiba Boris mendekap tubuh Beni dari depan, sehingga Beni tidak bisa melakukan apa-apa karena Boris menekan tubuh serta tangannya dengan begitu erat, bahkan saking eratnya, tulang di tubuh dan tangan Beni serasa mau patah saat menerima dekapan maut dari Boris tersebut. Beni sepertinya sangat kesulitan untuk bisa terbebas dari dekapan maut tersebut, sehingga dia berteriak karena dirinya merasakan rasa sakit yang teramat sangat.  Beni yang sangat ingin terlepas dari dekapan maut itu, menghalalkan segala cara supaya penderitaannya bisa segera berakhir, dia mencoba menendang kaki Boris namun tidak mempan, lalu dia mencoba untuk menyundul kepala Boris namun tidak mempan, dan akhirnya dia menggigit telinga Boris hingga berdarah, sehingga seketika itu juga Boris langsung berteriak dan melepaskan dekapannya dari tubuh Beni, sehingga tubuh Beni jatuh tersungkur ke bawah.  Beni yang melihat Boris sedang meringis kesakitan sambil memegangi telinganya, segera merangkak ke belakang untuk meraih senjata miliknya yang tadi telah dilemparkan oleh Boris. Sedangkan Boris yang menyadari hal itu, segera mendekati Beni lagi, lalu dia menerkam Beni dan melemparkan tubuh Beni menjauh dari senjatanya yang sedang tergeletak.  Setelah itu Boris berjalan menuju Beni, dengan amarah yang sudah semakin memuncak. Namun Beni tidak tinggal diam begitu saja, dia mengambil segenggam tanah di tangannya, lalu ketika Boris sudah semakin mendekat, maka Beni segera melemparkan tanah tersebut hingga mengenai mata Boris. Hal itu sontak saja membuat Boris jadi makin kesakitan, karena matanya perih terkena oleh serpihan tanah. Oleh karena itu dia berteriak sambil meronta-ronta di sekitar Beni.  Dengan kondisi matanya saat ini, Boris tidak bisa melihat atau menemukan posisi Beni, ditambah dengan kondisi telinganya yang sangat perih, sehingga dia asal melayangkan pukulan dan malah memukul ke arah tembok hingga membuat tangannya sakit. Lalu Beni segera memanfaatkan hal itu dengan cara memukul tubuhnya dari samping, dari belakang, dan terus berpindah ke arah yang tidak dapat disadari oleh Boris.  Boris berusaha untuk membersihkan matanya, sambil terus menerima pukulan-pukulan dari Beni yang tentu saja sangat merepotkan bagi dirinya. Namun sepertinya perlawanan Boris harus berakhir sampai disitu, karena Beni dapat memberikan serangan-serangan telak yang dapat membuat tubuh Boris menjadi babak belur penuh luka, lalu Beni meluncurkan serangan terakhirnya, berupa sebuah pukulan keras yang melayang tepat ke dagu Boris, hingga menyebabkan tubuh Boris seketika terangkat lalu jatuh tersungkur ke belakang, dan akhirnya Boris terkapar tak sadarkan diri disana.  Setelah itu, sambil berdiri dengan nafas terengah-engah, Beni memperhatikan tubuh Boris untuk memastikan bahwa lawannya itu sudah benar-benar dia kalahkan. Dan setelah dia memastikan bahwa Boris telah kalah dan tidak akan bisa bangun lagi, maka Beni segera berjalan untuk mengambil senjata miliknya, yakni sebuah pistol dan kacamata spesial, namun sayangnya kacamata spesial miliknya telah hancur karena tadi sempat terinjak oleh Boris, maka dari itu Beni hanya mengambil pistolnya saja, kemudian dia segera pergi keluar dari ruangan itu untuk lanjut mencari teman-temannya.  Lisa dan Beni telah berhasil menghadapi dan mengalahkan lawan mereka, yakni Queensy si ratu pembunuh bayaran, dan Boris si penghancur tulang. Kini giliran Kriss dan Romi yang akan menghadapi lawan mereka masing-masing, saat ini Kriss masih terkapar di sebuah ruangan bawah tanah, tempat dia mendarat setelah terjatuh dan berseluncur di sebuah lubang. Sedangkan Romi saat ini masih sedang mencari-cari keberadaan teman-temannya di sekitar Kastil yang sangat luas itu, dia menjelajahi Kastil itu dan terus mencari dari satu ruangan ke ruangan lainnya.  Kira-kira siapa yang akan dihadapi oleh Kriss dan Romi? Dan hal apa yang akan terjadi kepada mereka berdua di dalam Kastil yang berbahaya itu? Akankan Kriss dan kawan-kawannya bisa selamat dari setiap perangkap yang sudah dipersiapkan oleh Jiro disana? Terus ikuti kelanjutan kisahnya hanya di God Apps (Castle of Doom).  Berlanjut ke Part 7
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD