"Thanks," Alan membalas pelukan Anzela. Membiarkan gadis yang ketakutan itu memeluk tubuhnya. Ia dapat merasakan getaran hebat dalam pelukannya, suara isak tangis yang tertahan pun terdengar. Alan tau ketakutan yang Anzela rasakan. Dan ia mencoba untuk memahami dan mengerti kondisi gadis itu saat ini. "Lo nggak perlu takut lagi, ada gue disini," kata Alan dengan nada lembutnya. Mengelus puncak kepala Anzela yang berada di depan dadanya. "Gapapa nangis aja, jangan di tahan.." lanjutnya berucap lembut. "Gue takut,"lirih Anzela. "Mereka udah pergi. Gue anterin lo pulang ya?" Anzela mengangkat wajahnya, matanya dengan manik coklat tua menatap manik hitam pekat milik Alan. Seorang pahlawan baik yang datang untuk menolongnya. Ya, Alan lah yang menolong Anzela. Cowok itu tak sengaja lew

