DONI DAN TEKADNYA

1577 Words

Doni meraih apapun yang bisa dijadikan sandaran untuk menguatkan dirinya. Dirinya terus terisak. Pikirannya benar-benar kacau karena semuanya menjadi serumit ini. Ini adalah kebodohannya. Seharusnya dia tidak tergiur dengan iming-iming yang Mamanya dan Diana janjikan. Dia benar-benar bodoh. Doni berusaha menegakkan tubuhnya dan menatap Mamanya. Dan raut wajahnya semakin terluka karena Mamanya terlihat biasa saja, bahkan cenderung lega luar biasa. Tentu saja. Sudah seharusnya Mamanya lega dan senang karena memang inilah rencananya. Doni juga yakin kalau saat ini Diana pasti sedang bersuka cita di rumahnya. Rumah tangganya sudah hancur, seperti keinginan mereka. “Mama puas karena rumah tangga aku udah sehancur ini? Aku bener-bener—” Doni mengusap wajahnya dengan kasar. “Mama jahat banget t

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD