DIANA DAN TEKADNYA

1759 Words

Diana memasuki rumah Doni dengan ekspresi murka. Dia menutup pintu dengan kasar yang bisa membuat siapapun yang mendengarnya terpekik kaget. Seusainya menutup pintu, Dia menyandarkan punggungnya ke pintu tersebut. Kedua tangannya terkepal penuh dendam di kedua sisi tubuhnya. “Dasar perempuan munafik!! Lo bilang mau pergi dari hidup Doni, tapi masih aja menerima semua kebaikan Doni. Dasar perempuan sialan!” maki Diana sambil memukul-mukul pintu di belakangnya dengan kedua tangannya yang terkepal. Tatapan tajamnya terarah lurus ke depan dengan emosi yang menggebu-gebu. Semua ini bermula dari Diana dan Doni yang bertengkar secara hebat tadi. Diana tidak mau kalah, begitu juga dengan Doni. Sampai akhirnya Doni pergi begitu saja yang membuat Diana semakin murka. Apa susahnya mendengarkan kema

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD