Seminggu kemudian. Doni menatap kontrakan mungil Anggun dengan tatapan hampa. Seminggu berlalu dengan cepat, tapi luka yang ditinggalkan Anggun terakhir kali mereka bertemu masih membekas. Doni benar-benar terpuruk dengan perkataan Anggun yang terkesan lembut namun menusuk dengan tepat di ulu hatinya. Doni jauh lebih senang dengan sikap Anggun yang berujar dengan kasar untuk meluapkan emosinya daripada yang dilakukannya terakhir kali. Dengan kelembutan dan sikap sabarnya dalam memberi nasehat membuat Doni benar-benar melihat luka dalam diri Anggun. Dan luka itu dibuat oleh dirinya yang pada akhirnya membuat Doni merasa benar-benar berdosa. Seminggu ini Doni merenungi sikapnya. Dia menyesalinya tapi sepertinya itu tetap tidak cukup untuk Anggun. Doni tahu apa yang diinginkan Anggun, tapi

