Doni menatap rumahnya dengan tatapan yang campur aduk. Ada banyak hal yang dia pikirkan dan sikap istrinya tadi siang cukup memengaruhinya. Dia takut kalau Anggun tahu. Dia tidak tahu harus melakukan apa kalau istrinya itu sampai tahu semua ini. Doni menghela napas karena sadar semua ini menjadi sangat berat karena pilihan bodohnya. Seharusnya dia tidak menyetujui apapun yang disarankan Mamanya dan Diana. Apapun itu dan dengan iming-iming apapun, Doni seharusnya menolaknya. Dia seharusnya mengeraskan hatinya seperti tekadnya. Dia bodoh, Doni mengakuinya. Lalu bagaimana menyelesaikan masalah karena kebodohannya? Itulah yang tidak dia tahu sekarang. Dia hanya berharap Anggun tidak tahu apapun sampai Doni siap memberitahunya. Setelah menguatkan dirinya, Doni menata ekspresinya. Setelah te

