Inggrid mengetuk pintu rumah anak laki-lakinya dan tidak ada sahutan dari dalam. Dia mengerutkan keningnya. Mungkinkah sang anak dan istrinya sedang tidak ada di rumah? Tapi di mana mereka? Di saat badai menerpa, tidak mungkin mereka masih sempat keluar rumah dan bermain. Ingrid mengulang dan tetap tidak mendapatkan titik terang. Sampai dia memutar knop pintu dan ternyata pintu tersebut tidak dikunci. “Doni? Diana?” Tetap tidak ada sahutan. Inggrid memutuskan menyambangi kamar utama yang merupakan kamar tidur sang anak. Belajar dari pengalaman, Inggrid langsung membuka pintu tanpa perlu repot-repot mengetuknya. Dan tatapannya langsung berubah miris melihat sang anak terduduk lesu di lantai dengan tatapan nanar. “Don...” Inggrid berujar lirih. Air matanya langsung menitik melihat keadaan

