Cahaya merah menyala di langit, mengusir hitamnya gelap. Tapi cahaya itu pun tak mewakili kebaikan. Pekatnya seperti darah. Seolah ingin melawan kejahatan dengan kejahatan yang lain. Dari sana meluncur sebuah bongkahan batu yang sangat besar, seluruhnya diselimuti api membara. Itu adalah asteroid, benda angkasa yang jutaan tahun silam meluluhlantakkan dunia. Memusnahkan makhluk-makhluk raksasa penghuni bumi kala itu. Seolah menyadari datangnya bahaya, para Gargoyle terbang menyebar menjauhi titik tumbukan—yakni sang Batara Kala itu sendiri. Salah satu Gargoyle menangkap tangan Erlangga, lalu membawanya terbang. “Oi—Oi, oi, oi! Lepasin woi!” teriaknya kalut. Arlin melihat pemuda itu diculik, tapi ia harus melindungi Wati. Batara Kala menengadahkan kepala. Monster itu melihat kematian

