Suster Ann menemani anak-anak asrama siang ini. Dirinya memberikan cerita-cerita pelajaran, pimpinan gereja memanggil Suster Ann siang ini.
Suster Ann tentu saja mendatangi kantor Tuan Mario Rejuinorio, dirinya memasuki ruangan dan sudah ada Nona Beletrix dan juga Tuan Parker.
"Selamat siang Suster Ann," sapa Nona Beletrix siang ini, dirinya tersenyum dengan memperlihatkan sisi manja di hadapan suaminya Tuan Parker.
"Kita bertemu lagi Suster Ann," ucapnya kembali dengan menimpali. Suster Ann tentunya membalas dengan berdiri ketika Tuan Parker dan Nona Beletrix duduk didekat Tuan Mario.
"Apa kau tahu bahwa Keluarga Anceston akan mengambil dua anak dari Asrama kita, Ann? Lagipula Tuan Parker sudah bertemu dengan Aria dan juga Asher, bagaimana menurutmu sebagai wali asuh di asrama ini?" Tanya Tuan Mario kepada Suster Ann.
Suster Ann terdiam dengan menyimak Nona Beletrix dan juga Tuan Parker, dirinya melihat kedua wajah yang menatap Ann sedari tadi.
Bibir Ann mengatup, bahkan bergetar hingga kebingungan. "Jika memang anak-anak itu menyukai Nona dan Tuan Parker, saya mempersilahkan mereka."
Nona Beletrix sumringah ketika dirinya mendengar Suster Ann menyetujuinya. "Syukurlah jika kau menyetujui kami sebagai orangtua asuh. Kami berterimakasih kepadamu Suster Ann. Semoga Tuhan semakin memberkatimu," ucapnya dengan suara senang.
Tuan Parker senang jika istrinya senang. Hingga keduanya menandatangani sertifikat pengalihan wali bersama Suster Ann. Suster Ann kembali terdiam, dirinya berpamitan kepada Keluarga Anceston dengan berjalan kembali melihat Asher yang bermain bola bersama teman-temannya di taman.
Suster Ann memasuki ruangan kamar putri, dirinya menyiapkan koper-koper milik Aria serta merapihkannya. Semalam seluruh pakaian Aria basah dan ia mencucinya. Lusa Aria dan Asher akan pindah ke Keluarga Anceston untuk menjadi anak angkat.
Bagi Suster Ann ini sangatlah cepat. Ia baru saja bertemu Aria saat ini, dan sekarang mereka sudah ingin melakukan perpisahan kembali.
Aria terbangun dari tidurnya. Dirinya duduk di ranjang miliknya dengan memegang boneka, "Apakah kita akan pergi? Aku akan berjalan sendiri dan membawa boneka dalam pelukanku."
Ann tersenyum kali ini. Dirinya memeluk boneka berwarna cokelat dengan boneka berwarna putih pemberian Asher.
Suster Ann tentu saja tersenyum melihat Aria, "Sayang, dengarkan aku. Lusa kau dan Asher tidak akan di asrama ini. Jadi kau harus jadi anak yang penurut bersama Asher. Apa kau paham sayang?" Tanya Ann dengan sorotan mata serius menatapi Aria saat ini.
Aria mengangguk kembali. Ann berpikir bahwa Aria anak yang sangat penurut, dirinya memandangi Aria dengan tersenyum. Ann mengajak Aria untuk berjalan mengikuti dirinya, sepanjang perjalanan menuju kamar Suster Ann, banyak anak panti yang melihat ke arah Aria dengan tatapan serius. Mereka iri karena Aria akan menjadi anak dari Keluarga Anceston.
Sayangnya Tuan Parker tidak memberikan waktu kepada Suster Ann lebih lama. Mereka ingin saat ini Aria dan Asher ke rumah mereka, tetapi Tuan Mario meminta waktu agar lusa mereka bisa menyiapkan Aria dan Asher dengan penampilan yang baik untuk bertemu seluruh Keluarga Anceston.
Aria terdiam ketika melihat paman yang ia lihat berada di bawah asrama. Mereka hendak pergi memakai mobil mewah, Aria terhenti dengan menyaksikan Nona Beletrix dan Tuan Parker pergi.
Dari bawah Tuan Parker melihat tatapan wajah Aria dari atas asrama, anak itu nantinya akan menjadi anaknya. Tuan Parker tidak sabar untuk menjadikan Aria dan Asher sebagai anaknya lusa.
Suster Ann kembali melihat Aria dan membawanya kembali berjalan bersamanya. Dirinya kembali dengan menggandeng tangan kiri Aria menuju ruangan kamarnya. Suster Ann sangat menyukai Aria, padahal baru saja bertemu tetapi Aria sudah dilirik oleh Keluarga Anceston. Aria menceritakan kisahnya di keluarganya kepada Suster Ann.
Hingga tidak terasa waktu pun berlalu, lima jam berlalu hingga Aria tertawa bercerita kepada Suster Ann.
Ann pun menyuruh Aria untuk beristirahat kembali, dirinya sudah menceritakan kilas kisah Keluarga Anceston. Aria mungkin siap jika harus bertemu kedua orangtua angkatnya lusa.
Berbeda dengan Asher, Asher sangat menyukai asrama. Ia tergolong sangat susah untuk di bujuk, hingga sore ini Ann meninggalkan Aria di kamar dan mencari Asher untuk menceritakan tentang Keluarga Anceston. Asher tertawa ketika bersama teman-temannya, namun tatapannya berubah ketika Suster Ann memanggilnya. Tatapan Asher kembali tersulut sedih, dirinya pun menuruti apa yang Suster Ann suruh kali ini. Mendengarkan kembali apa yang Suster Ann ingin bicarakan kepadanya.
Suster Jeane pasrah ketika menghadapi Asher. Asher anak yang baik, namun ia pintar menilai bahkan memiliki kecerdasan untuk selalu bertanya.
"Apa kau ingin kembali membicarakan Tuan Parker kepadaku Suster Ann? Sudah kubilang aku lebih menyukai asrama. Pasti orang tua kelak menyuruhku untuk menjadi seseorang yang pintar dan sebagainya. Aku tidak ingin dikekang, aku ingin disini bersama Bapak Mario dan Suster Jeane dan Suster Ann!" Teriak Asher dengan bibir yang cemberut.
Asher berlari menuju kamar asrama pria, dari jauh Tuan Mario memperhatikan Asher. Dirinya melihat Asher yang menangis karena lebih betah di asrama ketibang memiliki orangtua angkat.
Tuan Mario menghentikan Suster Ann kali ini. Dirinya menahan Suster Ann untuk berbicara bersama Asher. "Sudah Ann, biar saya saja yang berbicara dengan Asher. Mungkin bersama saya ia akan jauh lebih menurut."
Suster Ann pun mengangguk dengan melihat pimpinannya mengejar Asher. Dirinya berdoa dan kembali lagi menuju asrama untuk menyiapkan anak-anak makan malam.
Asher berlari menuju ruangan kamarnya. Kamar yang penuh dengan mainan, Mario pun mengetuk pintu kamar Asher, dirinya sangat spesial sehingga memiliki ruangan kamar sendiri.
"Asher, apakah aku boleh masuk. Anggap saja ayah ingin masuk bertemu kangen dengan Asher," ucap Mario.
Asher pun mempersilahkan Mario masuk, dirinya sudah dianggap ayah bagi Asher. Mario selalu memberikan hadiah kepada Asher, Asher memang memiliki kepintaran yang luar biasa. Ia selalu mengikuti perlombaan dan memenangkan kejuaraan. Mungkin ini yang dilihat oleh Keluarga Anceston, Asher layaknya permata di St.Marry, dirinya selalu mendapatkan beasiswa Pemerintahan Inggris.
Bahkan Tuan Parker pun menginginkan Asher sebagai anaknya karena Asher sangat pintar dan juga bertalenta.
"Ayah ingin kau menjadi orang yang besar suatu hari, itulah kenapa kau akan bersama Keluarga Anceston. Mereka mampu menyekolahkanmu ke luar negri. Asher, ingatlah mimpimu. Menjadi seseorang yang pintar," ucap Mario dengan duduk diatas ranjang Asher.
Asher hanya mendengarkan Mario berbicara. Dirinya hanya mampu mendengarkan suara ayahnya saat ini.
Mario sebagai pimpinan gereja sangat menyayangi Asher, namun Keluarga Anceston sangat kuat. Ia akan selalu datang ke St.Marry jika Asher belum menjadi anak mereka.
"Asher, ayah yakin kau akan menjadi sukses di masa depan. ada Aria yang bersamamu, Keluarga Anceston sangat baik. Kemarilah Asher, ayah sangat kagum akan prestasimu," ucap Mario dengan mengajak Asher berbicara. Asher adalah anak kesayangan Mario, melihat Asher yang pintar membuat Mario mendukung Tuan Parker.
"Aria? dia bersamaku ayah?" tanya Asher kepada Mario saat ini.
Mario pun tersenyum dengan mengangguk, ia duduk di sebelah Asher yang sedang memegang mainan. "Benar, ayah juga akan selalu menjengukmu, menjenguk Aria, ayah melihatmu dan Aria, terimakasih karena Asher sudah memberikan boneka kepada Aria."
"Aku akan menuruti ayah, tapi ayah harus benar-benar melihatku dan Aria nantinya," jawab Asher ketika berbicara di hadapan Mario.
Asher begitu menyayangi Mario sebagai seorang ayah, menatap wajah Mario dengan tatapan sayang, Asher pun mengangguk dengan menuruti ayahnya berbicara.
"Beristirahatlah lagi, nanti mainannya akan di bereskan. Ayah ingin melihatmu bahagia di masa depan, kau dan Aria akan bersekolah. Ayah yakin karirmu akan sukses di masa depan, kau harus mempercayai ayah," ucap Mario dengan memegang rambut Asher dan membelainya lembut. menatap puteranya dengan tatapan sayang.
"Iya ayah, aku akan menuruti ayah," jawab Asher kepada Mario dengan kembali bermain dengan beberapa mainannya.