chapter 4

1078 Words
Setelah Tuan Mario berbicara bersama Asher, Mario pun berjalan keluar ruangan kamar Asher untuk menemui Aria yang di ceritakan oleh Suster Ann. Keluarga Anceston adalah keluarga paling terkaya di Wilayah Inggris. Kekayaannya masuk dalam jajaran majalah Wilayah Inggris. Keluarga Anceston sangat terhormat di Wilayah Inggris. Garis keturunannya selalu menjadi keturunan yang sukses dan berhasil. Tuan Parker sangat memanjakan istrinya, apapun permintaan istrinya pasti ia akan selalu memberikan yang terbaik untuk istrinya. Parker pun tersenyum dengan mengangguk, menerima pembicaraan bersama Mario ketika Parker berbicara bersama istrinya. Mobil mewah yang terparkir di dekat gereja pun sudah menunggu Tuan Parker untuk kembali bekerja, Parker pemilik perusahaan terkenal di Wilayah Inggris. Setelah berbicara bersama Mario, Parker pun kembali ke perusahaan untuk bekerja, Mario mangantar Parker sampai ke mobil miliknya yang terparkir di depan gereja, dengan wajah tersenyum Mario memberikan senyum kepada sahabatnya Tuan Parker. Percakapan siang tadi masih terlintas di dalam pikiran Mario sebagai pimpinan gereja. Mario pun melihat beberapa penghargaan Asher di ruangan miliknya. "Ayah akan selalu menjengukmu, kau anak yang berbakat dan juga pintar." Mario masih menatap fotonya bersama beberapa anak-anak asrama di ruangan kerja, jari-jemari tangannya menyentuh foto Asher disana. Ia ingat Asher selalu tertawa ketika ia bermain bersama Mario, bagi Mario kebahagiaan anak-anaknya adalah yang utama. Sebagai seorang pimpinan sekaligus seorang ayah, ia menginginkan anak-anaknya sukses di masa depan. Tok ... tok ... Ketukan pintu terdengar, Suster Ann membawa Aria memasuki ruangan Tuan Mario sore ini. Mario membalikkan tubuhnya dengan wajah tersenyum, "Kemarilah Aria, kau bisa memanggilku ayah seperti anak-anak yang lainnya." Aria pun hanya menatap wajah Mario karena ia masih mengenali Asrama ini, kedatangannya masih sangat baru dan juga ia baru mengenali Suster Ann. Mario yang berada di hadapan anak perempuannya kembali berdiri, "Maafkan ayah, ayah tahu Aria pasti masih malu-malu sekarang ini, tidak apa-apa Suster Ann pasti akan mengajari Aria untuk semakin kenal dekat dengan Asher. Aria sudah mengenali Asher kan?" "Asher? Anak lelaki yang memberikanku boneka itu?" Jawab Aria dengan memberikan respon kepada Mario. Mario pun tersenyum dengan mengatakan "iya." Mario pun tersenyum ketika melihat Aria, Terlebih Suster Ann tersenyum ketika Aria menyambut pertanyaan dari Tuan Mario. "Benar, Asher adalah adikmu mulai sekarang. Apa Aria sudah senang dekat dengan Asher?" Tanya Mario kembali dengan mendekatkan dirinya di hadapan anak perempuannya. Mario melihat anak perempuannya masih malu-malu ketika berhadapan dengannya. Melihat Aria meresponnya membuat Mario bahagia. "Asher adalah adikku?" Tanya Aria kembali di hadapan Tuan Mario. Anggukan Mario pun terlihat jelas dengan mengeluarkan beberapa permen manis di hadapan Aria yang masih sangat muda. "Apa Aria menyukai permen? Asher sangat menyukai permen jika ia sedang marah kepada ayah, ayah akan memberikan beberapa permen untuk Aria supaya Aria tidak cemberut lagi, mulai sekarang ayah ingin Aria selalu tersenyum." "Apakah permen-permen ini untukku?" Suster Ann pun mendekati Aria dengan membujuknya mengambil permen yang di berikan Tuan Mario di hadapannya. "Tidak apa-apa sayang, permen ini untukmu. Tuan Mario sangat baik, dia tidak akan menyakitimu." Aria pun mengambil beberapa permen yang diberikan Tuan Mario kepadanya bersamaan ucapan terimakasih. Wilayah Inggris Ingatan tersebut masih terlintas jelas oleh Asher yang kini duduk di kursi meja kerjanya di ruangan kantor dengan beberapa tumpukan berkas yang masih harus ia tanda tangani. "Sudah lama aku tidak bertemu dengan Kakak Aria," ucapnya dengan tersenyum. Setelah Asher menjadi anak Keluarga Anceston, dirinya bersekolah dan mendapatkan beberapa prestasi hingga beasiswa dengan predikat mahasiswa terbaik. Ia pun memulai membangun bisnis usaha sendiri dengan beberapa sahabatnya di Wilayah Inggris. Tuan Parker yang menyaksikan Asher membangun bisnis hingga sukses pun mendukung puteranya, terlebih Aria pun membangun bisnis usaha sendiri. Sudah beberapa minggu ini Asher tidak pulang ke kediamannya di Wilayah Inggris. Kakaknya Aria Scarlet pun membangun bisnis usaha sendiri dan tidak pulang ke kediamannya di Wilayah Inggris. Salah satu sekretaris memasuki ruangan Asher Dean yang saat ini menjadi seorang pengusaha muda, seorang CEO. Mita membawa beberapa berkas tentang laporan project pembangunan hotel mewah yang akan bekerja sama dengan perusahaan Asher. "Kerjasamanya akan di mulai beberapa bulan lagi Pak Asher," ucap Mita dengan memberikan berkas dokumen setelah meeting perusahaan. "Beberapa bulan lagi ya, Mita saya tidak akan masuk kerja besok, ada urusan keluarga. Jadi nanti saya akan menaruh beberapa pekerjaan atau menaruh memo di meja kerja." "Baik Pak Asher," jawab Mita dengan menjawab hormat dan memberikan senyuman kepada pimpinannya, setelah menjawab ucapan Asher, Mita pun keluar dari ruangan Asher. Asher pun beranjak dari kursi meja kerja miliknya, tanpa mematikan pc dan juga menaruh bulpoin di dekat salah satu dokumen kerjanya. "Besok adalah hari ulang tahun Kak Aria, sudah lama aku tidak memberikan ucapan dan memberikannya bunga. Ia pasti senang jika aku datang di hadapannya," ucapnya dengan memandangi pemandangan Wilayah Inggris siang ini. Dari ruangan kantornya Asher mengingat kakaknya Aria. Sebuah mobil terparkir di salah satu outlet terkenal di Wilayah Inggris, pintu mobil pun terbuka dengan Aria yang menuruni mobil tersebut. Tangan kanannya membuka kacamata dengan tatapan mengarah ke salah satu outlet terkenal, Aria menutup pintu mobil tersebut dengan berjalan memasuki salah satu outlet yang ingin ia datangi. Aria memasuki outlet dengan menemui beberapa staff disana, dirinya mengeluarkan kertas dengan nomor tas yang ingin ia ambil. "Apakah ini nomor tas yang anda pesan nona?" Aria pun menatap serius staff yang berbicara dengannya. "Apakah ada kesalahan?" "Sepertinya tas yang anda inginkan ini baru saja di beli oleh seseorang." "Apa? Dibeli seseorang? Bagaimana bisa?" Tanya Aria di hadapan beberapa staff karyawan Outlet, mendengar tas yang ia beli sudah di beli oleh seseorang. "Benar nona, tas yang anda pesan sudah di beli oleh seorang pria," jawab seorang staff di hadapan Aria saat ini. Beberapa staff pun memeriksa kembali pesanan Aria yang saat ini statusnya sudah habis terjual karena produk tas terbatas. "Apa saya boleh mengetahui nama yang membeli tasnya?" "Maaf nona kami tidak bisa memberitahu anda, terlebih ia adalah seorang pengusaha sukses di Wilayah Inggris." "Tapi itu tasku, mungkin dia salah membeli model lain," ucap Aria menjawab kembali kepada staff karyawan Outlet tersebut. "Kami akan memprosesnya nona, apa Nona Aria ingin melihat model yang lain, kebetulan ada beberapa model tas terbaru di Outlet kami, maafkan kami sebelumnya. Tapi tas nya sudah dibeli oleh seorang pria." Mobil mewah milik Asher pun terparkir di dekat Outlet tepat terparkir di belakang mobil Aria, Asher turun dari mobil dengan membuka kacamata miliknya, dirinya berjalan ke arah Outlet dimana Aria berada. "Apakah ada model tas terbaru, edisi terbaru bulan ini," ucapnya dengan tersenyum di hadapan staff karyawan Outlet. Asher Melihat kakaknya yang kini sedang melihat-lihat model tas lain. Dirinya pun membalikkan tubuh dengan memasang wajah tampan melihat ke arah kakaknya Aria Scarlet.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD