Waktu yang telah clara tunggu pun akhirnya bisa terwujud. Saat ini clara dan Sintia sudah berada di parkiran mobil Perusahaan Davidson Group. Sungguh ini benar-benar membuat clara merasa teg*ng.
Sintia terus menyemangati clara, Sintia yakin, clara bisa melewati wawancara ini dan di Terima di perusahaan impian clara ini.
"Udah,, gw yakin 100% lo pasti bisa dan keterima di Perusahaan ini ra. Jadi, lo gak tenang aja, gak usah teg*ng gitu, ha,,, ha,, ha,, ".
Clara menoleh ke arah Sintia dan meminta Sintia untuk mendoakannya.
" Iya sih, pokoknya jangan lupa do'ain gw terus ya sin, semoga gw bisa lolos wawancara dan kerja di Perusahaan ini! ".
" Iya!!,, dah yuk buruan masuk, ntar lo telat lagi!, siapa tau banyak yang antri buat wawancara".
"Hmmm,,, iya ayok! ".
Setelah sampai didepan pintu masuk Perusahaan Davidson, Mobil Mercedes-Benz berhenti tepat saat clara dan Sintia akan masuk ke dalam Perusahaan itu. Oleh security, clara dan Sintia disuruh tunggu terlebih dahulu, karena CEO perusahaan itu akan masuk terlebih dahulu.
"Tunggu, jangan masuk dulu, BOS Perusahaan yang masuk terlebih dahulu, silahkan tunggu sebentar di sebelah sana! ".
Clara dan Sintia menuruti perintah security itu, dan menunggu CEO perusahaan tersebut masuk terlebih dahulu.
" Ra,, menurut lo CEO lo nanti masih muda dan ganteng gak ya?!, hihihi".,,,,,
"Husssstt, gak boleh gitu, coba aja lu liat sendiri nanti, kan bentar lagi dia mau masuk ke dalam tuh".
Clara dan Sintia menunggu, tapi yang katanya CEO Perusahaan itu justru tidak muncul dari balik pintu mobil mewah itu.
Didalam mobil, Devan melihat Clara sudah berada di Perusahaannya, pastinya untuk melakukan wawancara, sesuai dengan perintahnya. Devan tersenyum melihat Clara yang dengan antusias menerima tawaran wawancara di Perusahaan miliknya itu.
Niko yang melihat Devan langsung mengetahui, mengapa Sahabatnya sekaligus Bosnya itu senyum-senyum sendiri. Ternyata memang benar yang Devan katakan, Clara cantik dan manis. Ya niko mengetahui yang mana Clara, tentunya yang memakai pakaian formal selayaknya seseorang yang akan mengikuti wawancara.
"Kenapa lo?! ". Niko mencoba menggoda Devan, karena baru kali pertama niko melihat Devan tersenyum ketika melihat perempuan. Karena biasanya perempuan yang selalu senyum-senyum sendiri ketika melihat Devan. Apa-apaan ini, siapa perempuan itu sebenarnya?!. Kenapa perempuan itu bisa membuat Sahabatnya yang kamu dan dingin itu menjadi bucin seperti sekarang ini?!.
"Ekhmmm, gak kenapa-napa!".,,,,, niko hanya memggelengkan kepala, melihat sikap Devan yang tiba-tiba menjadi dingin.
" Hadeehhhh, mulai lagi dinginnya". Tentunya niko hanya berani bergumam, karena tak mau mencari ribut dengan Devan pagi-pagi.
Ketika Devan dan niko keluar dari dalam mobil, berapa kagetnya Clara dan Sintia ketika melihat seorang pria tampan yang pernah mereka jumpai di restoran itu. Apakah dia seorang CEO?., ataukah yang sebelahnya?!.
"Astaga!!,, itukan laki-laki tampan yang terus merhatiin meja gw sama Clara waktu itu di restoran, apa dia CEO atau yang sebelahnya ya?! ". Sintia mencoba mengingat kembali kejadian di restoran kala itu.
" Ya ampun!,,, itukan,,,,, Laki-laki yang Sintia ceritain!, terus dia tiba-tiba tersenyum sama gw!., apa dia CEO Perusahaan ini? Ahhh masak iya ya, atau yang di segalanya yang CEO?". Clara dan Sintia sibuk dengan pikiran mereka masing-masing, sampai tak mendengar panggilan dari security yang sedari tadi memanggil mereka berdua.
"Mbak!!.,,,, Mbak!!,,,,,,, "
"Ehhh,,, i-iyaa pak, maaf, he,, he,, he".clara tersadar dari lamunanya dan menjawab security itu.
" Mbaknya berdua mau ada keperluan apa datang ke Perusahaan ini?, ada yang bisa saya bantu? ".,,,,,
" Emmmm, i-ini pak, saya mau wawancara, kemaren di telpon suruh datang pagi ini, dan mengikuti wawancara pak". Clara mencoba menjelaskan maksud dan tujuan mereka datang ke Perusahaan itu.
Security nya bingung, karena setau dia, belum ada jadwal penerimaan karyawan baru di perusahaan Davidson itu.
"Tapi mbak, perusahaan kami belum membuka lowongan pekerjaan, kok mbaknya bilang mau interview?.,,,,,
" Ehhh,,, i-iya, tapi bener kok pak, saya kemaren sore di telpon pihak HRDnya, kalau saya disuruh datang pagi ini untuk interview pak!".,,,,,,
Security mengerutkan kedua alisnya, pertanda bingung dengan apa yang Clara sampaikan, karena memang setahu dia, belum ada lowongan untuk interview di perusanaan itu.
"Kalau boleh tau, memang siapa yang menelpon mbaknya untuk interview hari ini?".
" Emmmm, namanya pak Bimo pak, katanya HRD di perusahaan ini".
Security itu menaikan kedua alisnya, pertanda bingung dengan apa yang Clara sampaikan, karena memang benar belum ada lowongan pekerjaan di kantor besar itu.
"Yaudah, coba saya tanyakan dulu ke pihak resepsionis di dalam ya mba".
" O-oo iya pak".
"Sin, gw rasa ini penipuan deh!, kita balik aja yuk, malu gw, siapa tau yang nelpon cuma ngerjain gw aja lagi! ". Clara merasa bahwa dirinya telah di tipu orang dengan mengatas namakan PT Davidson Group. Tapi apa tujuan orang itu menipu Clara.
" Udah!!!,,, lo tenang aja, kalau gw rasa beneran sih, tapi kita tunggu dulu pak security keluar". Sintia sebenarnya juga berfikir begitu, tapi dia tidak mau melihat sahabatnya jadi putus asa, karena perusahaan ini impian dia.
"Tapi, kalau security nya bilang gak ada yang namanya pak Bimo gimana dong, kan kita malu".
" Udah, gw yakin kok, lo sabar dulu ihhhh".
Clara dan Sintia akhirnya mencoba untuk menunggu security itu keluar dan mengatakan kepada mereka yang sebenarnya.
Setelah beberapa menit, security itu akhirnya keluar, dan menjelaskan kepada mereka berdua.
"Berrti mba Clara yang pakai baju formal ini ya? ".
" I-iiya, saya Clara pak, gimana pak".
"Setelah saya menanyakan ke resepsionis dan resepsionis nya menelpon pak Bimo, memang benar, mba Clara di panggil untuk interview di Perusahaan ini".
" O-ooh,,, ja-jadi,,,, benar pak saya di telpon pak Bimo? ".
" Iya mba, dan sekarang mba Clara sudah di tunggu di ruangan beliau, jadi silahkan masuk".
"E-ehh,,, iya pak, Terima kasih, kalau gitu saya masuk dulu ya pak", lo mau nunggu dimana Sin? ".
" Gw nunggu di kantin aja deh, gw laper mau makan lagi, nanti kalau lo sudah selesai, lo telpon gw aja ya".
"Oke deh, kalau gitu gw masuk dulu ya, do'ain gw ya, he,, he,, hee,,, ".
" Iya pasti gw do'ain, semoga lo berhasil, biar bisa traktir gw terus, ha,, ha,, haa,,, ".
" Iya deh, iya, saya permisi ya pak masuk".
"Iya mba silahkan".
Akhirnya, untuk pertama kalinya, Clara masuk kedalam perusahaan impiannya, dan ketika masuk ke dalam loby nya, dia benar-benar terpesona dengan interior yang ada di dalamnya." Gilak sih ini, diluar ekspektasi gw, ini bener-bener mewah banget ternyata dalamnya, pasti yang mbangun ini punya gaya designe yang bagus banget deh, buktinya hasilnya sebagus ini".
Resepsionis yang melihat Clara hanya diam saja, memanggil dan menyuruhnya segera masuk ke ruang HRD karena sudah di tunggu.
"Mba,,, mba,,, mba Clara!! ".
" E,, ehhh i-iiyaaa,,, mba saya Clara".
"Buruan, sudah di tunggu pak Bimo di atas! " Dengan nada tak suka resepsionis itu memberi tahu Clara, karena dia melihat Clara seperti kampungan saja, yang gak pernah melihat gedung mewah.
"Oohhh he,, hee,, iya mba, oiya mba, kalau boleh tau di lantai berapa ya ruangan pak Bimo? ".
" Lantai 15! ". Resepsionis itu menjawab Clara tanpa menoleh kearahnya. Tapi bagi Clara ya sudah lah b*d* amat aja, toh dia juga akan kerja di tempat ini juga nantinya.
" Boleh gak sih, gw berharap keterima dan kerja disini, Hi,, Hi,, Hi,, gil*k sih kalau gw keterima disini, gw bisa bantu ekonomi ibuk sama ayah di kampung. Aamiin deh semoga semuanya lancar, semangat clara, lo pasti bisa". ,,,,,,,,,,,,,,