Aku dan Angie pergi ke tempat latihan club basket esok harinya. Dikala kami tiba di depan ruangan dan nyaris masuk ke dalam, langkah kami terhenti karena seseorang memanggil Angie. Yang memanggil Angie, seorang laki-laki dewasa. Kuperkirakan dia seusia dengan Angie. Lelaki itu memiliki postur tubuh sangat tinggi layaknya pemain basket. Parasnya tampan. Siapa orang ini? aku baru pertama kali melihatnya. Angie menatapnya seolah lupa cara berkedip. Aku menyeringai lebar, menyadari ada sesuatu antara Angie dan lelaki itu. "Bu Angie ... tumben sekali kau datang ke tempat ini." tanyanya. Sudah kuduga dia dan Angie saling mengenal. Sepertinya mereka cukup dekat karena tak ada bahasa formal yang keluar dari mulut lelaki tersebut. "I-iya." Angie

