Roan Part 4

1298 Words

Waktu berjalan cepat, malam pun tiba. Sean dan rekan-rekannya menepati janji, mereka sudah datang. Begitu pun dengan Leo dan Dion. Kami semua sudah berkumpul untuk menunggu kemunculan hantu Roan.             Lama kami menunggu, hantu Roan tidak juga menampakkan diri. Aku menatap sekeliling, semua orang terlihat tegang dan ketakutan. Wajar saja jika mereka ketakutan, mereka akan bermain basket dengan hantu.             Di saat aku sedang merenung, tanda-tanda kemunculan hantu Roan akhirnya kurasakan. Sakit pada kepalaku seperti biasa. Aura ruangan yang berubah mencekam. Angin berhembus meski ruangan ini tertutup. Terlebih saat bola basket tiba-tiba menggelinding ke tengah lapangan.             "Waaaaaaaaa ... bo-bola itu, kenapa bolanya bergerak sendiri?"             "Aku takut sekali.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD