Kencan di Malam Minggu

1098 Words

Biani, Dadaku berdebar kencang dan aku menggigiti bibir bawahku, aku memakai dress terbaik yang khusus aku beli untuk malam ini. Setelah berkali-kali membasahi bibir dan meyakinkan kalau parfumku cukup aku menuju kamar Laith, lagi-lagi aku terbelalak. Dia terlihat rapi dengan kemeja kotak dan celana jeans juga sepatu sneaker-nya. Rambutnya tersisir rapi, dia memang cakep. "Oh udah selesai dandannya." Dia bertanya dan aku mengangguk. Dia seperti menatapku sedikit lebih lama kemudian mengalihkan pandangan. Hihi wajahnya merah, bilang aja kalau terpesona? Laith sok gengsi! Mataku terpaku pada pantatnya yang padat dan aku telusuri pinggang hingga kakinya. "Hei mesum." Dia menegurku. Apa? Berani sekali dia mengatai aku? Jangan karena aku sudah membalas ciumannya dia semakin semena-mena pa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD