Eps. 6 Kebanggan yang Mengecewakan dan Kenyataan Pahit

1974 Words
Seorang ibu berusia empat puluhan tahun dan seorang pria yang terlihat berusia dua puluhan tahun sedang dikawal oleh puluhan pendekar berbaju hitam. Mereka nampak berlari bersama dengan ibu dan anak yang berada di tengah formasi pasukan pengawal. Mereka seperti sedang tergesa-gesa untuk mencapai sebuah tempat tertentu. Sebelum ini memang keberadaan mereka telah diketahui oleh pihak lawan, membuat sekelompok orang ini berniat mencari tempat persembunyian baru. Dengan keberadaaan mereka yang telah terungkap membuat ibu dan anak ini terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih jauh mengikuti saran dari ketua pasukan. Mereka telah berlari seharian penuh. Jalur yang menjadi tujuan mereka adalah tempat terpencil dari kekaisaran Tang, hanya sedikit sekali orang yang tahu tempat itu. Para pasukan pengawal ini yang menyarankan tempat tersebut untuk mengamankan Permaisuri dan Putra Mahkota. Jarak yang harus mereka tempuh kurang lebih satu bulan penuh perjalanan dan bahkan bisa lebih. Mengingat kondisi jalan yang penuh perbukitan tidak jarang akan menghabiskan banyak waktu untuk beristirahat. Di sela-sela istirahat Dou Jin akan berlatih tanding dengan salah satu pengawal sebagai hukuman dari sang ibu. Mereka akan bertarung tangan kosong tanpa menggunakan tenaga dalam sesuai keahlian Dou Jin. Pertarungan dimulai dari salah satu pengawal dengan tingkat pendekar atas tahap awal. Pendekar yang akan menjadi lawan Dou Jin adalah pendekar ahli tangan kosong sekaligus pengguna tenaga dalam tingkat tinggi. Umumnya para pendekar yang bertarung menggunakan tangan kosong cenderung memiliki lingkaran tenaga dalam yang banyak, sebab chi yang mereka olah dalam tubuh lebih mereka fokuskan untuk memperkuat tubuh. Berbeda dengan pendekar yang mengunakan pedang yang lebih memfokuskan jurus dan pengendalian tenaga dalam. Chi yang berada dalam tubuh, lebih mereka fokuskan untuk pengendalian jurus. Sehingga sedikit sekali lingkaran tenaga dalam yang mereka miliki. Oleh sebab itu para pendekar pedang cenderung memiliki fisik yang lebih lemah dibandingkan pendekar tangan kosong, namun pendekar pedang akan lebih cepat naik tingkat dibandingkan pendekar tangan kosong. Pendekar tangan kosong dalam kultivasinya memerlukan banyak sekali sumber daya, berbeda dengan pendekar pedang yang cenderung sedikit sekali menghabiskan sumber daya. Hanya satu kerugian untuk pendekar tangan kosong, bila mereka tidak memiliki lingkaran tenaga dalam yang banyak saat berada di tingkat atas. Mereka akan menjadi pendekar yang lebih lemah di bandingkan pendekar pedang pada tingkatan yang sama. Di sisi lain, pendekar pedang yang tidak memiliki senjata yang berkualitas dan kitab jurus yang hebat akan lebih lemah dibandikan pendekar tangan kosong ditingakat yang sama. Latih tanding dimulai, salah satu pengawal yang terlihat berusia tiga puluhan tahun dipilih Permaisuri untuk berlatih tanding dengan Dou Jin. Pria itu berpawakan tubuh besar, dengan wajah yang garang dan bulu hitam yang mengitari dagu. Menampakan sosok pria yang keras dan tegas. Pria tersebut menjadi lawan bagi Dou Jin. Permaisuri sengaja memilih pengawal ini, lantaran berada pada tingkat tinggi awal sesuai perkiraan untuk menguji kekuatan anaknya. Pengawal tersebut bermarga Yu dengan nama Yu Boulin, " Putra Mahkota melawan pengawal Yu dimulai!!!" seru salah satu pengawal yang menjadi wasit. Adu pukulan di mulai dengan Dou Jin menyerang terlebih dahulu. Gerakan cepat dengan melesatnya kaki kanan yang terbang menghujam area vital lawan. Gerakan tendangan itu sangat cepat, hampir sahaja pengawal itu terkena tendangan Dou Jin. Namun atas kesigapan pengawal itu dan pengalaman bertarungnya, membuatnya bisa menghindari pukulan kaki Dou Jin dengan mudah. Setelah menghindar, serangan berikutnya kembali muncul. Kombinasi tendangan dan pukulan yang begitu rumit dan cepat, tetapi sangat halus dan tidak kaku membuat pengawal itu kesulitan melancarkan serangan balasan. Pengawal itu hanya melakukan gerakan bertahan dan menepis setiap pukulan yang mengarah ke bagian vitanya, tidak ada kesempatan baginya untuk melakukan serangan balasan. Semua orang terpaku menyaksikan jalannya latih tanding, berbeda tingkatan dan usia yang begitu jauh, namun memberikan perlawanan yang sengit membuat semua mata terbuka lebar ketika menyaksikan jalan pelatihan. Setiap orang sampai lupa untuk berkedip, pengawal Yu benar-benar kewalahan menghadapi Dou Jin. Persis seperti seorang guru yang berlatih tanding dengan muridnya. Pengawal Yu sebagai murid dan Dou Jin sebagai gurunya. Setiap hendak melakukan serangan balasan, Dou Jin akan sigap melakukan berbagi serangan kombinasi cepat yang tidak akan membuka celah bagi lawan untuk mendaratkan serangan pukulan balasan. Melihat pertarungan yang tidak berjalan imbang dengan pengawal Yu yang tersudutkan, Permaisuri memberikan instruksi selanjutnya. “ Pengawal Yu, aku izinkan kau menggunakan tenaga dalammu. Jangan sungkan lagi dengan Pangeran.” Semua pengawal membuka mulutnya lebar, mendengar perintah Permaisuri mereka yang meminta pengawal Yu berlatih tanding menggunakan tenaga dalam. Semua pengawal mulai berbisik-bisik atas keputusan Permaisuri mereka, Pendekar tangan kosong seperti pengawal Yu tentu memiliki lingakaran tenaga dalam yang banyak. Sedangkan Dou Jin adalah anak kemarin sore yang baru berlatih jurus belari, dan terlebih dengan usianya yang belum genap delapan belas tahun membuatnya belum bisa menyimpan chi sendiri dalam tubuh. Mengingat para pendekar muda biasanya baru akan memiliki akar roh pada usia delapan belas tahun keatas. Hal tersebut tentu membuat semua pasukan yang menyaksikan jalannya pelatihan hanya bisa terseyum kecut, dan pemenang pelatihan sudah dapat mereka pastikan. Sebenarnya salah satu pasukan ada yang sempat menyuarakan pendapatnya untuk tidak melanjutan sesi pelatihan, sebab akhir pelatihan yang mungkin bisa merusak tubuh Putra Mahkota. Namun karena ketegasan dan kerasnya Permaisuri, tiada satupun pengawal termasuk ketua pasukan yang berani menentang lebih jauh keputusan tersebut. Sebab keputusan Permaisuri pasti telah mempertimbangkan banyak hal, sepasukan ini menjadi semakin penasaran akan kemampuan Putra Mahkota. Dan sekarang semua mata terbuka lebar. Menyaksikan latih tanding yang akan dimulai kembali. Setiap orang benar-benar tidak ingin melewatkan pandang mereka barang sedetik pun. Bagaimana tidak penasaran, seorang pendekar yang tidak memiliki tenaga dalam tentu bukan tandingan pendekar yang memilki tenaga dalam. Setiap pukulan yang mengunakan tenaga dalam akan terasa lebih berat dan cepat, serta akan menimbulkan luka yang serius bagi pendekar yang terkena serangan pukulan tenaga dalam. Suara penonton semakin riuh. “ Ayo pangeran .” “ Jangan sampai kalah pangeran.” “ Jangan kasih kesempatan pangeran.” Semua orang berusaha memberikan semangat kepada Putra Mahkota. Walaupun hasil pelatihan kemungkinan Dou Jin akan keluar sebagai pihak yang kalah, tetapi sebagai penghormatan, para pengawal ini memberi muka kepada Permaisuri. Pengawal yang bertarung dengan Dou Jin terseyum tipis, ia memang akan kalah bila beradu jurus tanpa tenaga dalam. Sebab ia tahu jurus yang dimiliki Putra Mahkota mungkin lebih hebat. Namun lain lagi ceritanya bila ia mengunakan tenaga dalam di setiap jurus yang ia keluarkan. Merasa mendapatkan izin dari Permaisuri untuk tidak menahan kekuatannya. Pengawal ini mengeluarkan aura bertarungnya. Sebuah aura berupa tenaga dalam yang membungkus tubuh dengan bentuk cahaya tipis. Pelatihan pun dimulai. Dou Jin kembali melakukan serangan menyelinap, tidak membiarkan lawannya menumpuk tenaga dalam lebih banyak. Serangan Dou Jin di sambut dengan seringai lebar oleh pengawal Yu, ia menjadi lebih percaya diri dengan tenaga dalam yang ia gunakan. hanya dengan menaikkan dengan intens aura bertarungnya. Sudah cukup untuk mementalkan serangan Dou Jin. Dou Jin sendiri tidak menyangka satu pukualan yang dikiranya mengenai bagian vital lawannya ternyata mengeluarkan sebuah tenaga dalam yang dapat mendorongnya mundur beberapa langkah. Dou Jin yang terpental memberikan kesempatan kepada pengawal Yu untuk menyerang dengan berbagai jurusnya. Merasa pihak lawan menerjang Dou Jin dengan kecepatan penuhnya, Dou Jin langsung melompat mundur kebelakang dan melakukan pengamatan sekilas. Setalah mendapatkan gambaran kekuatan lawan dan berbagi celah yang terbuka, seringai lebar kini giliran Dou Jin tunjukan, senyum itu tampak jelas dalam wajahnya. Hal itu membuat semua penonton menjadi semakin tertarik dengan langkah apa yang akan di ambil Putra Mahkota. Sebab mereka tidak melihat sama sekali ada titik-titik ketakutan pada lawan pengawal Yu ini. “ Ayo Pangeran.” “ Semangat Pangeran.” Pengawal itu kembali menerjang Dou Jin dengan berbagi jurusnya. Dou Jin yang menerima serangan itu tidak menghindar, akan tetapi justru menyambut semua serangan dengan berbagai jurus. Duk Plak Duk Plak Pukulan Dou Jin yang beradu dengan pukulan bertenaga dalam tingkat tinggi memberikan bunyi khas, semua mata penonton semakin melebar kembali saat menyaksikan pukulan bertenaga dalam tinggi beradu dengan pukulan tangan kosong tanpa tenaga dalam. Dalam batin semua penonton bertanya-tanya, apakah pengawal Yu yang tidak mengunakan kekuatan penuhnya. Pukulan demi pukulan saling beradu, semua jurus pengawal Yu dapat diimbangi dengan mudah oleh Dou Jin, bahkan tidak jarang Dou Jin mendaratkan pukulan keras pada setiap celah jurus yang pengwal Yu kerahkan. Namun sayang pukulan Dou Jin belum bisa membuat pengwal Yu tumbang, aura bertarung berselimut tenaga dalam seperti perisai yang mampu melindungi pemiliknya. Dengan kalahnya jurus yang pengwal Yu berikan memberikan tanda bahwa kitab silat yang dipelajarinya kalah jauh dengan kitab yang dipelajari Dou Jin. Pengawal Yu belum sempat mendaratkan satu pukulan pun pada Dou Jin , setiap seranganya dihalau dengan berbagi kombinasi pukulan tanpa celah yang membuat pengawal Yu bingung untuk menyerang di titik yang mana. Dan berujung pada serangan asal yang hanya bisa ia lakukan. Adu pukulan terus berlangsung dan sudah beberapa jam belum ada pihak yang terlihat akan menjadi pemenang dalam latihan tanding yang di gelar. Semua mata masih menatap heran dan berdecak kagum dengan Pangeran mereka yang dengan mudahnya membuat tenaga dalam tingkat tinggi seperti bukan apa-apa, tiada ada kesan yang menakutkan dari gelombang aura berwarna yang membungkus setiap pukualan. Memberikan gambaran pada mereka akan kekutan fisik pangeran yang tidak biasa. Kenyatanya Dou Jin yang dengan mudah mendaratkan serangan pada setiap jurus tenaga dalam tingkat tinggi yang pengawal Yu kerahkan. Membuat sebagian penonton lupa berkedip, lupa akan tingkatan pendekar dan usia pangeran mereka. Semua mata menjadi heran dengan kemampuan Pangeran yang bisa dibilang tidak wajar untuk anak seusianya, mereka semakin heran lagi dengan pengawal Yu yang menjabat menjadi salah satu wakil komandan pasukan, tetapi tidak bisa membuat seorang anak yang belum genap berusia dua puluh tahun kalah dalam adu tanding. Apalagi sudah mendapatkan komando dari Permaisuri untuk tidak sungkan dalam bertarung, tentu pengawal Yu semakin kehilangan mukanya. Pengawal Yu merapatkan giginya, merasa semua mata tertuju kepadanya dengan pandangan merendahkan. Merasa kesal dengan beberapa bisikan teman-temannya yang mengangapnya tidak mengeluarkan kemampuan terbaiknya. Bagaimana pun juga pengawal Yu sudah mengerahkan kekuatan maksimal dengan tenaga dalam penuh disetiap jurusnya. Hanya sahaja ia tidak memilki celah, peluang dan kesempatan untuk mendaratkan serangan. Hal itu berujung pada serangan asal yang terkesan tidak seperti bertarung dengan sunguh-sungguh. Tiga jam, empat jam dan hampir lima jam mereka saling bertarung, tidak ada yang terlihat akan keluar sebagai pemenang dalam adu tanding. Serangan Dou Jin memang kerap kali mengenai bagian vital pengawal Yu. Tetapi serangan yang tidak memiliki tenaga dalam tentu tidak akan memberikan luka apa pun pada aura bertarung yang pengawal Yu milki. Disi lain pengawal Yu sama sekali tidak memiliki peluang untuk mendaratkan serangan apapun pada Pangeran Mahkota, kombinasi serangan bertenaga dalam tinggi nyatanya tidak ada satu pun yang mendarat pada tubuh Dou Jin. Hal itu membuat pertarungan berangsur-angsur imbang, walaupun menurut pengamatan Permaisuri, Dou Jin lah yang akan keluar sebagai pemenang lantaran memiliki setamina yang melebihi pengawal Yu. “ Sudah cukup. Kalian boleh istrihat. Dan untuk Dou Jin ibu ingin berbicara sebentar.” Adu tanding berakhir seri, semua penonton terlihat kecewa dengan pengawal Yu yang tidak bisa mengalahkan Pangeran, dengan pengalaman bertarung yang telah lama seharunya pengawal Yu bisa mengalahkan Dou Jin dengan mudah. Walaupun mereka semua tidak mengeluarkan kekecewaanya dengan benar kepada pengawal Yu, tetapi sorot mata merendahkan itu terasa jelas pada setiap langkah yang ditatap oleh puluhan orang. “ Hmmm, kalian tidak tahu sih.” Dengus kesal pengawal Yu sambil berlenggang pergi meninggalkan kerumunan untuk mencari air segar. Disebuah tenda tempat Permaisuri beristirshat Dou Jin mendapatkan pemeriksan kondisi tubuh oleh sang ibu. Pemeriksan itu mengunakan sebuah batu mutiara sebesar kepalan tangan. Permaisuri ingin mengetahui seberapa baik kualitas akar roh yang dimiliki anaknya, hanya dengan batu pengukur ini seseorang yang belum ganap delapan belas tahun bisa dilihat kualitas akar rohnya. Merasa hasil pertarungan yang ia sudah ketahui siapa pemenangnya membuat sang ibu ingin meminta Dou Jin untuk mengumpulkan Chi dari alam dan mengolahnya menjadi tenaga dalam. Agar tingkatan kultivasinya dapat naik ke tahap yang lebih tinggi. Saat ini sang ibu sedang melakukan pemeriksaan kepada ranah jiwa Dou Jin. Sesuatu yang mengejutkan terjadi. “ Apa, bagaimana bisa.” Sang ibu melebarkan matanya saat mengetahui kondisi sang anak yang benar-benar tidak ada harapan untuk menapaki jalan sebagi pendekar.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD