Ello berjalan dibantu vio karena kakinya masih sakit,tangan kanan Ello berada di pundak vio,dan tangan kiri vio dipinggang Ello. vio memang tidak main-main menendang tulang kering nya.
"lu berat banget sih bang" "rasain..siapa suruh lu nendang gue" "itu juga karena mulut kurang ajar lu bang"
terdengar suara ramai di dalam ruang keluarga
"astaga Ello kamu kenapa?" pekik Sandra yang melihat Ello berjalan tertatih dibantu vio. "ga apa-apa mah..Ello cuma kepeleset tadi dikantor" "kamu hati hati dong,lagian kenapa harus kekantor sih,mamah kan nyuruh kamu ngajak vio jalan jalan, kenapa malah dibawa ke kantor sih"
"ga apa-apa mah,vio seneng ko" "yaudah ayok bawa Ello masuk Vi" Sandra membantu vio memapah ello
baru saja Ello mendudukkan bokongnya disofa, seorang wanita menghampiri nya.
"kenapa cil,lu berantem?" ikut mendudukkan bokongnya di sofa yang bersebrangan dengan Ello dan vio
"aiish kapan lu kesini mba,sama siapa" sambil membaringkan tubuhnya di sofa yang ia duduki "dari siang gue,sama mas Abi dan Athaya,noh lagi pada liat tv mereka" "kompres dulu ell" Sandra membawa es batu dan kain untuk mengompres
"biar vio aja mah" vio mengompres kaki Ello yang memerah, "eh bocil lu kenapa begini sih" "kepeleset dia mba dikantor" ucap Sandra, "kepeleset ko kaki lu yang itu yang merah" ayuna sang kakak memicingkan mata curiga.
Ello gelagapan dia dari dulu tidak bisa membohongi ayuna
"abis kepeleset gue kepentog mba" "maaf mah,mba,ini semua salah vio" semua menatap vio,vio hanya menunduk "ga apa-apa Bae,aku baik baik aja" ucap Ello tidak mau diperpanjang
"lu pacar nya bocil?" "hah??" vio menatap ayuna bingung "ck,gue udah gede mba,bukan bocil lagi,dih" "di mata gue lu tetep bocil" ayuna mengangkat bahu acuh atas protes adik laki-lakinya "serah lu dah.." Ello menutup mata dengan tangan kanan nya
"udah berapa lama pacaran nya" "sebulan" ucap Ello sambil memejamkan mata "gue ga nanya lu bocil,gue nanya pacar lu"
"kalian ini kalo ketemu debaat terus,maaf ya Vi" "ga apa-apa mah"
"kenalin,gue ayuna kakak nya si bocil galak ini" ayuna menunjuk ello dengan dagunya,"Violetta mba"
ayuna terbelalak,Sandra hanya tersenyum. ayuna sudah tau siapa nama wanita yang dijodohkan oleh neneknya dengan sang adik.
"lu anak tunggal Andrew Jill guige?" vio mengangguk, Sandra lagi lagi tersenyum saat ayuna menatap nya. "lu ga sakit kan?" vio mengernyit bingung "kenapa lu bisa pacaran sama Ade gue,setau gue pacar dan temen-temen lu ganteng ganteng keren keren pula,ko malah pacaran sama bocil galak kaya dia" Ello langsung membuka matanya dan...
Buggghh..!
Ello melempar bantal ke muka ayuna.
"bociiiiiiillll...!!" geram ayuna, "Bae aku lelah,aku mau kekamar,anterin aku" "iya mas" "cih dasar bossy" "mbaaa.."
vio membantu Ello berjalan naik tangga
"oh iya ell vio,malam ini kalian satu kamar dulu ya"ucap Sandra
"aah.."Ello oleng mau jatuh karena vio yang shock mendengar ucapan Sandra melepaskan tangan yang berada di pinggang Ello "eh maaf mas" vio memeluk pinggang Ello kembali
"gue mau nginep disini dan gue mau pake kamar vio, Ok Vi" "eh, eummhh..i,iya mba ga apa-apa"
"kamar banyak mba kenapa lu harus pake kamar vio sih" "lu tau sendiri Athaya kalo nginep disini pengen tidurnya dikamar itu aja" "ga apa-apa mas,biar aku dikamar lain aja" "engga Vi,mamah ga setuju kamu dikamar Ello aja,lagian kamar yang lain masih kosong belum ada ranjang dan sebagainya"
vio menelan Saliva nya berat, "biar Ello tidur di ruang kerja aja" "kalian itu pacaran ga sih sebenarnya,ko kaku amat yak?" selidik ayuna
"ck,ga usah kepo,ayok Bae kekamar" vio dan Ello berjalan menuju kamar
didalam kamar vio dan Ello saling diam, dengan jantung yang berdegup kencang.
vio melangkahkan kakinya menuju pintu kamar
"mau kemana?" "mau mandi bang" "lu mau mandi dimana" "dikamar gue lah bang" "ck,lu lupa kalo kamar lu lagi dipake sama mba ayuna?" "emang kenapa" "mba ayuna itu udah merid, otomatis dikamar ada mas Abi suaminya,lu ga malu apa" "kenapa harus malu,toh gue cuma mandi lagian mas Abi juga lagi diruang tv" "terus kalo pas lu lagi mandi mas Abi masuk ke kamar gimana?"
vio memutar bola matanya malas, "tinggal gue ajak mandi bareng aja, gampang kan" Ello terbelalak,vio sudah berjalan ingin meninggalkan kamar Ello
"selangkah aja lu keluar dari kamar ini,gue hubungi Mr Andrew biar jemput lu"
vio berbalik menatap tajam Ello "ko lu maennnya ngancem sih bang" Ello hanya mengangkat bahu acuh
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
keluarga Abraham sedang makan malam dengan Hidmat
"pacar atau calon istri ell" tanya Abi Kaka ipar Ello "pacar mas" abi mengangguk "paling juga sewaan pih,biar ga di suruh nikah sama calonnya nenek" ucap ayuna
uhuk uhuk uhuk
vio dan Ello terbatuk-batuk
"mba jangan godain adik kamu terus" ucap Josh "mba liatnya gitu pah, katanya pacaran tapi ko kaku,ga kaya orang pacaran yg romantis dan intim gitu"
Josh dan Sandra menggelengkan kepalanya
"emang nya gue harus mempertontonkan ke intiman gue dan vio sama lu mba,ga kan..." " gue tau lu bocil"
~~~~~~~~~~~~~````~~~~~~~~~~~~
didalam kamar vio sedang memainkan ponsel baru nya,duduk di atas ranjang.Ello yang masuk kamar dengan sedikit tertatih menghampiri vio duduk disebelah nya
"lagi apa lu" "cek Ig bang udah lama gue ga online" Ello yang sedikit kepo melirik ke ponsel vio
"photo siapa" vio menarik ponselnya menaruh di d**a "keppooo.." "masih sekolah m***m" "dih apaan,ga jelas" "itu pake photo cowo toples" "serah gue lah akun akun gue,ngatur"
"ck,liat di photo aja ngiler, apalagi lu liat langsung" "gue icip bang" "yakin lu mau icip" "iya lah cewek mana yang nganggurin badan bagus begini,oh Gosh" ucap vio sambil menatap photo ji chang wok yang sedang toples dengan binar di mata nya
Ello langsung merebut ponsel vio dengan kasar, "bang.." vio mendelik "ck, bagusan juga punya gue"melihat photo di ponsel vio. "in your dream" vio merebut kembali ponsel nya "lu ga percaya" "engga.."jawab Vio acuh
sreeekkk..
tangan vio ditarik Ello untuk memegang perut sixpack nya. vio terbelalak melihat Ello yang sudah toples
glekk
vio menelan Saliva susah payah
"gimana, bagusan punya gue kan?"Ello tersenyum bangga
vio menatap kagum dengan pahatan Tuhan didepan matanya.
"ck, kagum kan lu,gue..euuusshhhh.." Ello memejamkan mata menikmati sentuhan vio diperutnya
vio secara tidak sadar terus memegang sensual d**a dan perut sixpack Ello
"aahh..Vi,jangan mancing gue"Ello mendesah tertahan
"eh maaf bang,gue ga sengaja,tapi..gue penasaran, astaga..ini yang namanya roti sobek"vio menyentuh perut Ello kembali "rasanya gue pengen gigit" ucap vio sambil menggigit bibirnya sensual "gue udah ga tahan"
brukkk
vio sudah berada dibawah Kungkungan Ello,Ello langsung melumat bibir tipis vio dengan rakus, menggigit kecil bibir itu agar terbuka dan dengan leluasa Ello memainkan lidahnya di dalam mulut vio,vio pun terbuai dan membalas ciuman Ello yang menggebu sampai vio tidak bisa mengimbangi permainan Ello didalam mulutnya
"aaahhh.." satu desahan keluar dari mulut vio saat Ello mulai meremas p******a nya.
"BOCIIIIIIILLLL...!!"
Ayuna terbelalak melihat adegan ranjang sang adik,, dengan sekuat tenaga vio mendorong badan Ello,mereka berdua langsung berdiri dan salah tingkah
"astaga.. kalian itu.." ayuna meraup nafas banyak banyak,mengipas ngipasi wajahnya
padahal yang b******u vio dan Ello tapi ayuna yang kehabisan nafas
"lu kalo masuk kamar orang ketok pintu dlu dong mba" "lu kalo mau ena ena kunci pintu jangan dibiarin kebuka begitu" balas ayuna sengit
vio hanya menunduk malu, berbeda dengan Ello yang tetap stay cool
"oh Gosh,,Untung lu berdua belum pada bugil" "cih tadi lu sok soan pengen liat keintiman gue pacaran,giliran udah liat aja kepanasan kan lu" "astaga.. Grafiello Abraham..." ucap ayuna dengan gemas,tidak tau mau berbicara apa lagi