kebenaran

1201 Words
30 menit berlalu, vio perlahan membuka matanya,ia merasa badannya berat tertimpa sesuatu. "oh astaga..!" pekik vio saat melihat tangan seseorang berada diperutnya,vio mencoba melepaskan tangan itu,tapi Ello mempererat pelukannya. "mau kemana" "bang ini ga bener"ucap vio Sambil berontak "diamlah, biarkan seperti ini sebentar,aku lelah dan pusing" vio kaget mendengar ucapan Ello "aku ?? biasanya gue-lu juga, apa dia sepusing itu jadi otaknya rada geser, heummmhh yaudahlah ga mau ambil pusing gue, bentar lagi juga mode singa nya keluar" batin vio "bang,,mau Ampe kapan lu meluk gue" "bentar lagi" Ello membalikkan badan vio untuk menghadap ke arah nya lalu memeluk vio kembali dengan erat. glekk vio menelan Saliva nya dengan susah "astaga vio apa apaan lu tidur sama pria dewasa,Deket banget lagi Vi,,mamih papih lu kalo tau abiss lu Vi" batin vio vio mendongak melihat wajah Ello yang sedang terlelap "oh god,,kalo diem begini tampan bangeeeeeeeeeeeeeeeettttttttt sumpah"batin vio bulu matanya yang lentik,hidung mancung,bibir bervolume,rahang tegas yang di hiasi bulu bulu halus tak luput dari pengamatan vio, dan jangan lupakan halis dan rambut hitam tebalnya,secara refleks vio mengangkat tangan nya merapihkan rambut yang menutupi dahi Ello seketika Ello membuka matanya, mereka saling bertatapan vio menjadi kaku dengan tangan yang masih ada dirambut Ello "gue tau gue tampan,ga usah terpesona sebegitunya" vio memutar bola matanya malas menurunkan tangannya. "ga usah kePDan mas broo, tadi ada kutu dirambut lu gue bantu ambil takut menular" "ck,udah terciduk masih aja ngeles" "ish..kayanya lu udah ga pusing kan bang,bisa dong lu lepasin gue,sesek nih ga bisa nafas gue" "ini hukuman buat lu karena bikin gue pusing" "maksudnya?" "kenapa lu ga bilang kalo lu dari keluarga Jill guige" "ga penting,lagian kan lu ga nanya juga" "CK..,,aagghh sepertinya gue butuh berendam dengan wewangian" Ello melepaskan pelukannya dan beranjak dari kasur, merapihkan kemejanya yang kusut "maksud lu apa ya bang" "takutnya badan gue terkontaminasi bau lu" vio membulatkan matanya "apa lu bilang...!!!"vio bangun menyusul Ello "lu kalo ngomong jangan sembarangan ya bang udah bagus ga gue tendang lu saat tidur di samping gue" vio mencak mencak,Ello hanya cuek mau meninggalkan vio "Abang gue lagi ngomong sama lu..!" vio menarik kemeja Ello dengan sekuat tenaga Bruggghhh Ello terjatuh menimpa tubuh vio,mereka saling menatap dan menahan napas. perlahan wajah Ello mendekati wajah vio,vio mengerjap ngerjapkan matanya,mata Ello sudah menatap lekat bibir tipis vio "oh God,apa dia mau nyium gue?" batin vio. dan saat wajah Ello sudah sangat dekat vio memejamkan matanya "ga apa-apa lah nyicip dikit,tampan juga, sebelum kita berpisah" batin vio lagi mode gila Cupp.. Ello mengecup bibir tipis vio,diam melihat vio yang masih menutup mata. "apa seperti ini juga pacaran lu sama cowok cowok dan pengusaha muda diluar sana" vio membuka matanya menatap Ello "maksud lu?" "atauuu lebih dari ini"ucap Ello dengan senyum mengejek nya. "aah gue tau zaman sekarang mana ada anak SMA yang virgin" vio mengepalkan tangannya menahan amarah "udah dibooking berapa sama mereka,gue bisa bayar lebih mahal" "berengseeeeekkk..!!!" Bruggghhh Ello terjengkang kebawah ranjang karena didorong oleh vio "lu pikir gue semurahan itu,haahh..!"ucap vio dengan lantang "heuh, bukti nya lu mau gue peluk dan cium" Ello tersenyum sinis "padahal diantara kita ga ada hubungan apa-apa kecuali pacar pura-pura dan aaah...apa harus gue ingetin lu perjanjian yang lu tambahin sendiri??" Ello tersenyum mengejek air mata vio sudah mengalir,vio mengusap kasar air matanya "b*****t,b******n,lu lupa kalo lu yang meluk gue,lu lupa juga kalo lu yang nyium gue,dan sekarang lu yang ngejudge gue w************n dan wanita bayaran, anjing lu yang nikmatin semuanya bego !!" ucap vio dengan berapi-api Bughhh..!!! vio menendang tulang kering kaki Ello dengan sekuat tenaga "aarrrgghhh shit.." Ello mengerang kesakitan vio menarik knop pintu tapi tidak bisa dibuka "sialan.." Braakkkk....!! vio menendang pintu Ello masih meringis menahan sakit dikakinya, "pintu itu ga bakalan kebuka kalo ga pake sidik jari gue" ucap Ello yang masih terduduk dipinggir ranjang "apa perlu gue patahin tangan lu biar gue bisa keluar dari ruangan sialan ini" menatap tajam ello, Ello hanya tersenyum sinis kembali "rasanya gue pengen nyekek elu bang...,sat !!" Ello terbelalak "lu.." Ello mulai tersulut emosi, "appaaa,,,dasar perjaka tua sialan,perjaka tua m***m, perjaka tua berengsek b******n,bangsaaaaaattttt...!!!" vio berteriak meluapkan seluruh emosi nya dengan mengumpat sampai dadanya naik turun. Ello hanya menutup telinga mendengar teriakan vio,untung ruangan ini kedap suara jadi Ello tidak perlu takut ada orang yang mendengar ia di caci maki. Ello yang melihat vio sudah kacau,ia merasa bersalah. pikir nya mungkin ia sudah keterlaluan,Ello duduk di ranjang,menepuk tempat disebelahnya. "sini..duduk dulu" vio menatap tajam Ello "biar lu lebih tenang" walau kesel dan emosi vio tetap nurut perintah Ello,duduk disampingnya. "sorry gue kebawa emosi" "bodo amat gue ngambek"ucap vio masih emosi,Ello terkekeh geli "ck,mana ada orang ngambek bilang bilang" "ada..itu gue" Ello tersenyum "tadi Mr Andrew bilang sesuatu ke gue,alasan kenapa lu yang masih sekolah bisa dijodohin" "wasiat opa dan Oma" ucap vio sudah sedikit tenang "salah satunya" vio langsung menatap Ello "karena scandal kencan yang lu lakuin" "ck, jangan bilang kalo papih takut gue terjerumus pergaulan bebas?" Ello mengangguk "cih..sialan" "ga boleh mengumpati orang tua,ga baik Violetta" "serahh.." "orang tua lu hanya ingin yang terbaik buat lu Vi,mereka hanya hawatir anak satu-satunya mereka dimanfaatkan oleh cowok yang tidak bertanggung jawab diluar sana" "dengan cara gue yang masih sekolah dijodohin?,lalu nikah muda dan tanggung jawab mereka di alihkan sama pria yang statusnya suami gue?" Ello diam tidak menjawab "cih,,itu yang namanya ingin yang terbaik? itu yang namanya kasih sayang dan tanggung jawab mereka sebagai orang tua? persetan Ama itu semua" vio mengepalkan kedua tangannya, amarahnya mulai bergejolak kembali,Ello yang melihat itu mengusap lembut tangan vio "lu tau bang kenapa alasan gue tiap hari Gonta ganti pacar udah kaya ganti Daleman" vio menatap Ello,Ello tersenyum lembut "gue ngelakuin itu semua karena gue pengen dapet perhatian dari kedua orang tua gue, mereka terlalu sibuk,mereka ga pernah sekalipun tanya tentang gue,gue sehat,gue nyaman,gue sedih atau senang. mereka g peduli bang" vio mulai menetes kan air mata "yang mereka tau cuma isi kartu kredit gue,yang mereka tau cuma beliin gue mobil,beliin gue barang barang branded. gue ga butuh itu..yang gue butuh cuma perhatian" "sekaliii aja,sekali aja mereka peduli sama gue,tanya gue udah makan atau belum,gue nyaman ga disekolah,ada g pelajaran yang susah gue mengerti. gue pengen punya orang tua yang kaya gitu bang,kaya kebanyakan orang tua temen temen gue" "tapi lu tau bang sekalinya mereka peduli, saat gue tiap hari selalu Gonta ganti cowok.diantar jemput sama cowok yg berbeda setiap harinya,mereka tanya cowok itu siapa,mereka mulai perhatian sama gue,gue seneng walaupun gue harus bikin scandal scandal dengan pria dulu.tapi setidaknya mamih papih merhatiin gue" "sedikit aja perhatian yang mereka kasih ke gue gue udah seneng banget,tapi..itu semua ga lama, karena selang beberapa hari perjodohan sialan itu jadi jawaban semuanya, orang tua gue selama nya ga akan peduli sama gue bang,orang tua gue...hiks" vio terisak Ello tanpa ragu membawa vio masuk kedalam pelukannya "orang tua gue mau ngelepasin tanggung jawab mereka ke cowok itu bang...hiks,cowok yang akan jadi tunangan gue dan suami gue.." vio menangis terisak dipelukan Ello Ello mengusap lembut rambut vio,,hingga vio mulai tenang "dan gue,hiks gue..ga pernah hiks,ga pernah ada skinship lain sama cowok cowok itu bang,gue..hiks ga semurahan itu hiks" "stttsss..,,udah ga usah dilanjutin lagi,sorry gue udah keterlaluan ngejudge lu tanpa tau kebenaran nya,maaf..maafin gue Vi.." Ello mengecup pucuk kepala vio
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD