"pilih aja apa yang lu suka"ucap Ello sambil berjalan mendahului vio,vio menarik narik ujung tangan jas yang dipakai Ello,Ello pun berbalik menatap vio dengan mengangkat sebelah alisnya "apa.." "lu ngapain sih bang ajak gue kesini,aiisshh.." "mamah yang minta,bukan gue" "hufhhht.."vio membuang nafas kasar
"dah cepetan pilih jangan banyak bacot,gue ga punya banyak waktu" sambil melihat jam rolex ditangannya. "iya Tu-an-Mu-daaaa" vio menekankan kata kata nya
sekarang mereka sedang berada di sebuah mall terbesar di kota,Sandra menyuruh Ello mengajak vio jalan jalan dan sekaligus membeli kan ponsel untuk vio. vio sedang memilih ponsel dengan malas padahal biasanya ia paling suka shopping tapi berhubung ia shopping ditemani oleh cowok yang galak bin m***m jadinya ia tidak bersemangat.
sementara vio memilih ponsel,Ello mengangkat ponselnya yang berdering sedari tadi.
"gimana udah dapet?"tanya Ello menghampiri vio setelah mematikan ponselnya,"hemmmh.."vio hanya berdehem,Ello langsung membayar dikasir memakai black card nya "udah ayo pulang"
mereka berdua sudah di dalam mobil,saling terdiam tidak ada yang mau memulai pembicaraan,sampai dering pesan diponsel Ello berbunyi,Ello membacanya. "ikut gue ke kantor sebentar" "hemmmh" vio hanya berdehem
sampai dikantor Abraham corf, vio berjalan dibelakang Ello,semua mata tertuju pada vio,belum pernah mereka melihat sang CEO berjalan dengan seorang wanita cantik. jika tidak dengan Jovan pasti dengan Nuri sang sekretaris. semua mata menatap lekat pada vio terlebih lagi pekerja laki laki,vio yang sadar akan pesona nya makin menebarkan pesona. vio memberikan senyum paling manis ke mereka.
Ello yang menyadari semua itu menghentikan langkahnya dan....
Brukkkk..!!
"awhhh.."vio memegang hidungnya karena menabrak bahu ello. "kamu ga apa-apa?,kan aku udah bilang jalan disamping aku sayang" ucap Ello sambil mengacak-acak rambut vio,vio hanya mengerjap-ngerjapkan mata melihat tingkah laku Ello.
"apa-apaan nih cowok kenapa drama nya berlanjut ke kantor" batin vio bingung
"ayookk.." Ello menggenggam tangan vio dengan mesra menuju lift,dihadapan para karyawan.mereka semua berbisik bisik melihat sang CEO menggenggam tangan seorang wanita cantik.
sesampainya didalam lift Ello melepaskan genggaman tangan nya.
"seneng tebar pesona sama karyawan gue, senyam-senyum sok manis lagi" vio mengernyit "kenapa? Abang cemburu ya...." "cih,,jangan mimpi,gue cuma ga mau kerjaan mereka terganggu gara gara lu" "Laah..emang gue ngapain bang,kan cuma bales senyum mereka aja, ibadah loohhh.."
"ibadah kalo mengganggu juga ga diperbolehkan Violetta,itu bisa mengganggu kerjaan mereka" "emang nya senyuman gue kenapa bang,manis ya..cantik ya.." menghadap Ello mengedip ngedipkan matanya, "je-lek" mentoyor kepala vio,vio langsung cemberut, memajukan bibirnya.
"jangan kaya gitu nanti gue cipok lu" vio langsung menutup mulutnya dan menatap horor Ello.
Ello dan vio keluar dari lift menuju ruangan CEO
"lu duduk dulu disini,gue ada client penting,nanti kalau urusan gue dah kelar baru kita pulang" "hmmh.." vio duduk di sofa tamu membuka majalah majalah bisnis yang ada di meja
tok..tok..tok..
"masuk !" seorang wanita dengan pakaian minimnya memasuki ruangan tersebut, "maaf bos, Mr Andrew dari JG group sudah tiba" "ya, persilahkan masuk" "baik bos" wanita itu keluar dengan melirik ke arah vio
"JG group??? Mr Andrew??" batin vio seketika vio pun terbelalak "papih..!" vio langsung bangkit dari duduknya
"lu kenapa" tanya Ello yang melihat vio gelisah,"bang lu masih inget kan perjanjian kita" "hmmhh" "bang tolong sembunyiin gue bang,gue ga mau ditarik pulang dan dinikahin paksa, Tolong gue bang"
"lu kenapa sih sebenarnya,aneh tau ga" "bang please bang please selametin gue dari papih bang" "papih ??" "tolong bang.." vio menggenggam tangan Ello erat dengan mata berkaca-kaca nya
tok..tok..tok..
"ayolah bang cepetan, papih gue bentar lagi masuk,gue harus ngumpet dimana" vio mondar-mandir dengan gelisah. mata Ello terbelalak saat menyadari ucapan vio, "lu anaknya Mr Andrew??" "ish..malah nanya,gue harus ngumpet ini bang,gue ga mau diseret pulang" "astagaaa..."Ello meraup wajahnya frustasi "ikut gue.." tangan vio ditarik Ello menuju tempat istirahat nya
tok..tok..tok..
"iya sebentar" teriak Ello "lu diem disini,nanti gue masuk kalo meeting nya udah kelar" vio hanya mengangguk. Ello pun menutup pintu dengan kunci sidik jari nya,sebuah kamar tersembunyi dibalik lemari buku dibelakang meja kerja Ello.
ceklek,,
Ello membuka pintu dan menjabat tangan Mr Andrew, "maaf menunggu lama Mr , saya dari kamar kecil" "ooh its ok,saya pikir kamu sedang bermain atau menyembunyikan wanita mungkin" "aah..apa terlihat seperti itu?" Ello menggaruk tengkuknya yang tidak gatal "hahahaha" Andrew tertawa melihat tingkah Ello
setelah berbasa-basi Nuri sang sekretaris Ello membawakan minuman,ia mengernyit tidak melihat wanita yang bersama bosnya tadi "kemana perginya wanita itu,apa dia memasuki ruangan rahasia boss" batin Nuri
tidak lama Ello dan Andrew menandatangani kontrak kerjasama mereka dan berjabat tangan.
Andrew memijat atas hidungnya, "sepertinya Mr Andrew sedang banyak pikiran" tanya Ello dengan hati hati, "haha terlihat jelas kah?" Ello mengangguk. "hmmmh..saya hanya sedang memikirkan anak semata wayang saya Presdir ell" "panggil Ello saja Mr" "dan jangan panggil saya Mr ,om saja" "baik om"
"sudah 4hari ini dia kabur dari rumah" "apa dia mengalami kekerasan" "oh tidak sama sekali,dia hanya kabur dari perjodohan karena wasiat dari orang tua istri saya,Oma opa nya" Ello mengangguk
"saya sangat pusing belum mendapat kabar apapun tentang anak saya" "memang berapa umur anak om" "18tahun" Ello terbelalak "haha kamu pasti heran kenapa umur segitu sudah saya jodohkan" Ello mengangguk
"sebenarnya anak saya dijodohkan bahkan sejak ia kecil" Ello mengernyit "kisahnya kenapa sama kaya gue"batin Ello "vio itu sangat nakal ell,nama anak saya Violetta Jill guige"
"saya dan istri sepakat untuk vio tunangan di umur 18tahun,kami hanya hawatir,ia kerap kali Gonta ganti pacar setiap harinya,saya dan istri sangat pusing karena kami juga tidak standby 24jam bersama vio.maka kami pikir jalan satu-satunya menjodohkan vio dari sekarang"
"kamu tau sendiri ell remaja zaman sekarang,saya hanya tidak ingin vio terjerumus ke dalam pergaulan bebas,tapi....yaahhh... mungkin dia juga tidak mau nikah muda,cuma saya tidak suka vio setiap hari pergi bersama pria yang berbeda,saya takut ia dimanfaatkan oleh pria pria itu "
" Mr. maaf..." sekretaris Andrew membisikkan sesuatu "aahh maaf ell seperti nya saya harus undur diri,saya permisi" Andrew berdiri "terimakasih untuk waktunya o*******g bisa bekerjasama dengan JG group" "sama-sama" Andrew menepuk bahu ello
setelah Mr Andrew pergi, Ello mendudukkan diri dikursi kebesaran nya,ia membuka laptop dan mengetik kan sebuah nama " Andrew Jill guige''
munculah potret keluarga itu, Andrew Jill guige, Veronica Jill guige, Violetta Jill guige.
"harusnya gue selidiki dulu, kenapa langsung gegabah sih"Ello menghela nafas melihat informasi tentang keluarga Jill guige apalagi tentang vio.
Ello masuk ke kamar pribadi nya, melihat vio sedang terlelap Diatas ranjangnya. Ello menghampiri vio "ternyata lu masih anak SMA,kenapa gue ga Ngeh ya"
Ello menyingkirkan anak rambut yang lancang menutupi wajah cantik vio,Ello menatap dengan lekat wajah damai itu, kemudian ia melepas jas,dasi serta sepatu lalu naik ke atas ranjang ikut merebahkan diri di samping vio. menatap langit dan menerawang jauh tentang informasi yang ia baca dari internet, scandal scandal pria yang sering berkencan dengan vio. walaupun vio masih sekolah tapi ia banyak diincar oleh pengusaha pengusaha muda ternama.
"euughh.."lenguh vio yang mendekati Ello dan memeluk nya. Ello menegang dan melihat ke arah vio yang terlelap di d**a bidangnya,Ello menghirup aroma rambut vio yang menguar lancang menusuk hidung nya,"strawberry" gumam Ello,Ello semakin mabuk dan ikut terlelap memeluk tubuh vio.