Waktu menunjukkan pukul 5.30 pagi. Chilsa mulai mengerjapkan matanya. Dia meraba-raba ke samping, suaminya sudah tidak ada di sampingnya. Badannya sudah enakan. Sudah tidak pusing dan demamnya juga sudah hilang. Chilsa perlahan bangun dari tidurnya dan tersenyum. Dia ingat semalaman dipeluk oleh om Evan. Pelukannya hangat dan menenangkan. Satu lagi, pelukan semalam benar-benar membuat dia nyaman. "Pagi … Kenapa senyum-senyum sendiri?" Saat itu, tiba-tiba Evan masuk ke kamar yang memang tidak dikunci dan tidak ditutup rapat. Laki-laki itu datang sambil membawa nampan yang berisi bubur ayam. "Hai o*******g aja karena semalaman dipeluk sama Om Evan. Nanti malam boleh dong lagi? Ya ya ya?" Chilsa menaik turunkan alisnya. Genit. Kalau ada Bianca, pasti dia sudah di lempar sendal.

