Siang itu perut Chilsa sudah keroncongan. Huft … biasanya ketika seperti ini dia tinggal teriak saja dan makanan akan datang ke kamarnya dan juga sendok akan datang ke mulutnya lewat tangan Mbok sum, dan sekarang … dia harus membuat makanannya sendiri. Dengan langkah malas, perempuan itu berjalan ke dapur. Dia tersenyum lebar saat mendapati Mbak Surti sedang iris-iris wortel. "Yeay, Mbak Surti masak ya? Jadi aku nggak perlu masuk lagi dong. Thank you mbak Surti." Chilsa mengangkat kedua tangannya dengan heboh. Paling tidak untuk makan siang dia aman. Menurutnya. "Eh mbak Chilsa. Maaf mbak. Saya masak untuk saya sendiri dan karyawan yang lain. Tadi Pak Evan sudah bilang kalau saya tidak boleh memberikan masakan saya ke Mbak Chilsa. Mbak Chilsa harus masak sendiri. Maaf ya mbak." S

