"Aku pamit dulu ya. Baik-baik di sini, jangan lupa berdoa untukku dan yang lainnya." Kalimat itu terus terngiang di telingaku. Bahkan guratan wajah Sada semalam sangat jelas terekam dalam bayangan. Lembutnya sentuhan jari-jemari Sada pun masih terasa di ujung jariku. Hangatnya pelukan sepuluh menit itu masih sangat terasa, dinginnya Gunung Lawu di pagi hari tak berarti apa-apa. Duduk di teras rumah dengan kaos dan celana panjang, bersama dengan keluarga yang agaknya sangat menikmati waktu liburan. Terutama Mama dan Papa yang sibuk bermain dengan cucunya. Bang Raka dan Mbak Anna yang sibuk tertawa, serta aku yang hanya sibuk melamunkan Sada. Kantung mataku menghitam sempurna, sudah berhari-hari memang aku tidak tidur tepat pada waktunya, bahkan semalam aku tidak bisa memejamkan mata. Ter

