Bab 15

1120 Words

“Aku benar-benar seperti benda mati,” lirih Nara begitu dia masuk ke dalam kamar mandi. Terpaksa Nara menuruti titah sang Tuan. Bahkan mandi pun dia berlama-lama, berharap kalau sebenarnya ini adalah mimpi semata. Kamar itu bermandikan cahaya temaram dari lampu dinding yang hangat, namun Nara merasa seolah sedang berdiri di atas bongkahan es. Ia berdiri mematung di depan cermin besar setinggi langit-langit yang membingkai seluruh tubuhnya. Di sana, seorang wanita asing menatapnya balik. Nara mengenakan gaun sutra hitam dengan potongan punggung terbuka yang sangat rendah. Kainnya jatuh dengan sempurna, membungkus lekuk tubuhnya seolah-olah gaun itu adalah kulit kedua. Bahkan belahan da-danya pun ikut membusung, saking ketatnya pakaian yang dikenakan. Perhiasan berlian melingkar di lehe

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD