Bagaimana bisa ada Adrian di sini? Pria masa lalunya?! Bukan, bukan Adhitama. Nara masih tidak mengerti. Apa ini ulah Devan juga? Dia ingin bertanya, tapi tubuhnya seolah kehilangan banyak energi. “Ayo, kita harus menyingkir. Aku enggak mau kita mencuri perhatian karena aku datang,” tukas Devan, suaranya datar. Tangannya bertengger manis di pinggang ramping Nara. Nara segera mengikuti langkah Devan. Namun, Adrian tampaknya menyadari tatapan itu. Ia menurunkan kameranya, menatap ke arah wanita bercadar di samping sang miliarder Devan Anggara. Mata mereka bertemu selama dua detik yang terasa seperti selamanya. Adrian mengernyit, seolah mengenali kilat ketakutan di mata itu. Nara hanya melihat sekilas sebelum menundukkan kepalanya. Cengkeraman Devan di pinggang Nara mendadak mengenc

