Bab 49

1328 Words

Keheningan di kamar itu terasa menyesakkan, hanya menyisakan suara gesekan kain saat Devan merapikan kembali pakaiannya. Di atas ranjang, Nara meringkuk seperti rongsokan yang baru saja dibuang. Sentuhan Devan masih terasa panas di kulitnya—panas yang menjijikkan, seolah meninggalkan jejak lumpur yang tak kasat mata. "Gimana kalau Ibumu..." Kalimat gantung itu menyentak Nara. Ia mendongak, matanya yang sembab berkilat nyalang menatap pria yang kini berdiri dengan angkuh di hadapannya. Devan adalah iblis yang mengenakan setelan mahal, penguasa tanpa nurani. Nara terkekeh getir, tawa yang terdengar kosong dan hancur. "Mau mengancamku dengan apa lagi? Klausul mana yang belum kupenuhi? Aku tidak kabur, Devan. Aku bahkan sudah membiarkanmu menggunakan tubuhku sesukamu. Jangan jadi pengecut d

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD